Rumah Kontrakan Mahasiswa Dibobol

LOWOKWARU– Rumah kontrakan mahasiswa UIN Maliki di Jalan Joyo Raharjo, Jumat (5/10) lalu dibobol pencuri. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini membawa kabur delapan laptop, dua tablet, lima HP, tiga modem, empat flaskdisk, empat dompet, satu helm, empat  tas, dan dua unit speaker aktif milik 11 penghuni kontrakan tersebut. Hingga kemarin, kasus pencurian yang ditafsir kerugiannya mencapai Rp 50 juta tersebut masih dalam penyelidikan anggota reskrim Polsekta Lowokwaru. Kepada wartawan, Bahrul Ulum, salah satu penghuni kontrakan menjelaskan, peristiwa pencurian itu terjadi saat salat Jumat.
“Ada tiga penghuni yang berangkat terakhir. Saya, Fatih dan Rifan. Dan saat itu Rifan juga tidak lupa mengunci pintu depan,” ungkap Ulum, sapaannya. Kendati pintu dikunci, namun kunci tersebut tidak dibawa oleh Rifan, melainkan diletakkan di lubang angin-angin yang ada di atas pintu. Selanjutnya ketiga mahasiswa semester tiga ini menuju masjid yang jaraknya sekitar 70 meter dengan berjalan kaki. “Saat menuju masjid, kami tidak memperhatikan yang lainnya,” lanjutnya. Usai salat Jumat, para penghuni kontrakan ini kembali bersama-sama. Sampai di rumah kontrakan, Ulum yang berada paling depan mendadak curiga ketika melihat gantungan kunci yang menempel pada anak kunci  pintu putus. “Biasanya dua baru kali diputar, pintu sudah bisa dibuka. Ini baru tiga kali, pintu baru terbuka,”  kata dia.
Curiga ada yang tidak beres, mereka bersama-sama melihat kamar. Ternyata benar, kondisi kamar sangat berantakan. Seluruh lemari di dalam kamar terbuka, dan  hampir seluruh isinya jatuh di lantai.  Seketika itu juga Ulum teringat laptop miliknya yang diletakkan di kotak nomor dua lemarinya. Begitu melihat lemarinya tidak ada, Ulum langsung memberitahu temannya yang lain, yang saat itu sangat shok karena barang-barang berharga milik mereka sudah hilang. Dalam kondisi bingung para penghuni kontrakan ini tidak langsung  menghubungi polisi, sebaliknya mereka menyelidiki sendiri. “Kami mencoba ngecek di seluruh ruangan, dan saat itu kami menemukan obeng milik pelaku yang ditinggal di kamar tengah. Selain itu di bagian depan kami juga melihat bekas tangan yang tertinggal di kaca nako terbuka. Ada kemungkinan, sebelum masuk pelakunya lebih dulu untuk memastikan penghuninya ada atau tidak,” tambah Rif’an, penghuni kontrakan lainnya.
Selain mencari barang bukti atau jejak pelaku yang tertinggal, para penghuni kontrakan ini juga langsung keliling ke areal Comboran serta Pasar Besar Malang. Tapi karena tidak kunjung ketemu, sore harinya para penghuni kontrakan tersebut langsung melapor ke Polsekta Lowokwaru. “Sebelumnya penghuni kontrakan di belakang rumah ini, juga kehilangan satu laptop dan lima HP, dan seminggu yang lalu di utara sana ada lima laptop dan tiga HP milik penghuni kontrakan juga hilang,” tandasnya. (ira/mar)