Tabrakan Beruntun di Songgoriti

BATU-Sekitar 20 orang terluka akibat tabrakan beruntun di bibir Jurang Klemuk Songgoriti Kelurahan Songgokerto Kota Batu, kemarin. Musibah itu disebabkan Isuzu Elf Nopol L 2002 ES dalam kondisi rem blong menabrak mobil dinas Danramil 0818/1 Pujon Kapten Infanteri Hup. Tobing (43 tahun) sekeluarga. Kedua kendaraan Isuzu itu kemudian terbalik ke bibir jurang sedalam sekitar lima meter.
Isuzu Elf itu berisi rombongan Remaja Masjid Babusalam Dusun Tuyu Desa Pangkatrejo Kecamatan Lamongan. Mereka berangkat dari Lamongan pukul 07.00 menaiki Elf L 2002 ES (15 penumpang) dan Elf S 7412 UJ (15 penumpang). Tujuannya berziarah ke makam KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) kemudian ke Masjid Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah) di Turen.
Usai berziarah dari makam Gus Dur di Jombang, dua Elf menuju Turen melewati jalur Kasembon – Batu. Tiba di Pujon, sopir Elf S 7412 UJ Ahmad Sapii (35 tahun) berinisiatif potong kompas lewat Jurang Klemuk. Muslikh (41 tahun) sopir Elf naas mengekor dari belakang karena belum mengenal jalur Klemuk.
Tiba di jalur menurun dengan kemiringan 75 derajat, laju Elf yang dikemudikan Muslikh tak terkendali. Dia menyalip rombongan pertama dari arah kanan, padahal pada saat yang sama mobdin Hup. Tobing tengah menghindari sepeda motor.
Bruak ! Jerit penumpang Elf mengiringi benturan keras di bagian belakang Panther. Mobil warna hijau tentara milik Hup Tobing itu terpental melewati jalur kanan, membentur jembatan kemudian terbalik. Didalamnya, istrinya Ita Tobing dan dua anak kecil dalam kondisi tak berdaya, darah muncrat hingga ke kaca tengah.
Keluarga kecil itu terjebak dalam mobil yang kondisinya terbalik miring ke kiri, posisi sopir menghadap ke arah selokan. Bodi belakang penyok, kaca pecah sehingga darah menetes di rerumputan dasar selokan.  Sedangkan Elf terlempar, atap membentur pohon pinus kemudian mendarat miring.
Kengerian di Elf jauh lebih dahsyat, 16 orang termasuk sang sopir hanya bisa menjerit dan meneriakkan asma Allah. Para penumpang bertumpukan disisi mobil sebelah kanan. Beberapa saat kemudian mereka keluar dari mobil itu melewati kaca depan dengan cara merangkak.
Jika tidak ada jembatan dan pohon pinus, kedua mobil itu dipastikan terjun bebas ke dasar jurang sedalam sekitar 15 meter. Akibat benturan Panther membuat tembok jembatan ambruk, sedangkan pohon pinus tergores cukup besar setelah menahan Elf. Para korban dievakuasi penumpang Elf S 7412 UJ dan dinaikkan pick up ke tiga titik.
Ita Tobing istri Danramil Pujon dibawa ke RS dr Etty Pesanggrahan, dua anaknya dibawa ke RS Baptis. Sedangkan Tobing bersama 16 sopir dan penumpang Elf dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata. Mayoritas korban bocor di kepala serta mengalami patah tulang tangan, kaki, bahu dan dada.
Sekitar pukul 15.00, Danramil Pujon Hup Tobing sekeluarga dirujuk ke RST dr Soepraoen di Kota Malang. Tobing sendiri masih belum begitu sadar ketika Malang Post datang ke rumah sakit Hastabrata. Adapun korban dari rombongan Remaja Masjid masih bergantian menjalani rontgent, sebagaian da yang direkomendasi operasi untuk tulang.
Rem Blong dan Buta Jalur
Muslikh sopir Elf naas milik M. Reza Aulia Amin Kelurahan Bronggalan Sawah 2\28 Kecamatan Tambaksari Surabaya luka di bagian kepala. Kepada Malang Post, warga Sukoanyar Turi lamongan itu mengaku buta dengan jalur Jurang Klemuk. Dirinya baru pertama kali melewati jalur yang berbahaya itu.
“Saya baru pertama kali lewat situ, tadi rem blong, bahkan saya sampai berdiri untuk mengerem, karena sudah ga nutut kemudian menjerit membangunkan anak-anak,” akunya di RS Hasta Brata.
Para penumpang di Elf itu mayoritas perempuan berusia SMP dan SMA. Begitu mendengar Muslikh menjerit sontak mereka terbangun dari tidur. Teriakan asma Allah dan jeritan mewarnai tabrakan beruntun itu.“Hanya bisa menjerit, semua penumpang ikut berdiri, kemudian nubruk panther oleng kanan kemudian ngguling  ke kiri nabrak pohon, setelah itu semua penumpang diambil dari kaca depan,” ujarnya.
Suara benturan dua mobil itu terdengar hingga ke perkampungan Songgoriti . Tak sampai beberapa menit, TKP ramai kerumunan warga. Evakuasi korban berjalan cepat, namun untuk mobil butuh waktu sekitar tiga jam.
Ajaibnya, selain Muslikh, dua gadis yang duduk di bangku depan juga selamat. Yakni Siti Nur Angraini (17 tahun) dan Novi Retnowati (17 tahun) siswi SMAN 3 Lamongan. Siti hanya lecet di kepala, sedangkan Novi mengalami patah tulang dada. “Sebagian penumpang tidur, di mobil kami sedang mendengarkan Dangdut Sagita, saat jatuh ada yang bentur kaca, bentur kursi dan bertumpukan,” aku Siti kepada Malang Post.
Salah satu korban patah kaki, Putri Widianti SMPN 3 Lamongan duduk dibelakang sopir. Gadis ini baru saja membaca novel Nurahman Effendi berjudul ‘Persembahan Cinta dari Surga’. Novel pinjaman dari perpustakaan SMPN 3 Lamongan itu masih teronggok di TKP.“Saya tidak ingat apa-apa, saat tabrakan hanya menjerit, kemudian ditolong keluar oleh teman-teman lainnya lewat kaca depan,’ putri.
Korban dari pihak Elf antara lain Fitri Handayani (15 tahun), Rizki Rahmadani (14 tahun),  Oditri Rahmadani (14),  Siti Nur A (17 th), Ahmad Syarif Hidayat, Novi Retnowati,  Tika Mei Triwiyadya (15tahun),  Khoirul  Anwar (14 tahun), Joko Erris (33 tahun),  Putri Widianti (14 tahun), Nur Fadilah, Didin Irvan, Mujiono, Mamat, Wahyu  dan Muslikh (41 tahun). Sedangkan dari pihak Panther adalah Hup Tobing (sopir), Ita Tobing (istri) dan dua anak mereka.
“Rata-rata patah tulang kaki, tangan, bahu ada. Kalau pak Tobing fraktur, luka robek, patah tangan kiri. Sesuai hasil rontgen baru beberapa anak , seperti Joko Erris patah kaki kanan, Novi patah tulang dada,Tika patah pundak, Khoirul Anwar patah tangan kanan dan Putri patah kaki kiri,” urai dr. Noor Jumay Maya Rumah Skait Hasta Brata.
Elf Masuk Gigi Tiga
Jurang Klemuk kerap menimbulka kecelakaan akibat kendaraan buta pengalaman melewati jalur curam tersebut. Beberapa bulan lalu, bahkan sebuah Bus besar nyaris terperosok ke dasar jurang Klemuk. Sampai saat ini belum ada rambu-rambu dari Dinas Perhubungan Kota Batu untuk larangan lewat jalur itu maupun peringatan.
Kapolres Batu AKBP Sumartono sendiri langsung meninjau ke lokasi kecelakaan tersebut. Sesuai hasil penelitian yang dilakukan Kanit Laka Sigit Raharjo dan tim, kata Kapolres Elf dalam posisi perseneling gigi tiga.“Sesuai TP TKP, Elf pada gigi persneling tiga, sehingga kecepatan cukup tinggi,” tegas Sumartono.
Dia juga mengimbau kepada warga agar berhati-hati melewati jalur alternatif ini. Jalan dalam kondisi bagus setelah dibangun Pemkot Batu. Akan tetapi posisi jalan yang curam sangat membahayakan pengemudi yang belum kenal medan.
“Pakai gigi rendah yakni gigi dua atau satu, perhatikan rem jangan sampai blong, ini lokasi curam. Kita akan koordinasi dengan dinas untuk membuat pita kejut, selama ini jalur Klemuk hanya dilewati kendaraan dibawah 2000 kg, bus tidak boleh lewat sini,” tandas Kapolres.(ary/nug)