Tersangka Tawuran Dua Dusun Bertambah

WAGIR– Tersangka pengeroyokan yang menewaskan Indra Suandita, 17 tahun, warga Dusun Dali Ledok, RT21 RW07, Desa Dalisodo, Wagir bertambah. Setelah sebelumnya polisi menetapkan Poniman Heri Saputra, 21 tahun, warga Dusun Sengon, RT10 RW04, Desa Dalisodo, Wagir sebagai tersangka, kemarin DK, adik keponakan Poniman ini ikut dijadikan tersangka. Pemuda 17 tahun ini, dijadikan tersangka setelah beberapa saksi yang diperiksa menyebut bahwa DK ikut melakukan pemukulan. Dan itu juga diperkuat dengan pengakuan DK kalau dirinya memang ikut memukul korban.
“Sebelumnya DK ini memang tidak mengakui kalau dirinya ikut melakukan pengeroyokan. Namun setelah kami wajibkan lapor sepekan tiga kali dan juga diperkuat dari keterangan saksi-saksi akhirnya dia mengakuinya. Dan karena usianya masih di bawah umur, usai kami periksa tersangka lalu kami limpahkan ke Polres Malang,” ungkap Kapolsek Wagir, AKP Nuryono.
Sementara itu, dalam keterangannya DK memang mengakui kalau dirinya ikut mengeroyok Indra Suandita. Dia mengatakan memukul korban dua kali dengan menggunakan potongan kayu. Kedua pukulan yang cukup telak itu, mengenai kepada korban.
Alasan DK melakukan pemukulan sendiri, karena bela diri. Sebab sebelum memukul, dia mengaku terlebih dahulu dicegat oleh korban dan teman-temannya yang kemudian dipukul dengan batu dan kayu. “Kayu yang saya gunakan memukul itu, saya rampas dari anak Dusun Dali Ledok, yang melakukan penghadangan. Dan setahu saya, yang memukul itu hanya saya dan mas Poniman saja,” ujar DK. Pemuda protolan SD yang mengaku bekerja sebagai kuli bangunan ini, mengatakan sebelumnya memang tidak mengakui ikut memukul karena takut ditahan. “Saat diperiksa pertama saya memang tidak mengaku karena takut ditahan. Namun karena banyak saksi yang mengetahui saya ikut memukul, terpaksa saya mengakuinya,” tuturnya.
Seperti diketahui, perselisihan antar pemuda dua dusun di Desa Dalisodo, Wagir selama lima tahun terakhir, 29 September lalu akhirnya membawa korban. Indra Suandita, warga Dusun Dali Ledok, RT21 RW07 menjadi korbannya. Pemuda 17 tahun ini, tewas setelah dikeroyok beberapa pemuda warga Dusun Sengon. Dia mengembuskan nafas terakhirnya, Minggu (30/9) pagi sekitar pukul 06.30 setelah menjalani perawatan selama tujuh jam di RSSA Malang. (agp/mar)