Perampas Motor Balai Kota Dibekuk

MALANG–  Setelah disidik sekian lama, Satreskrim Polres Malang Kota kemarin menunjukkan delapan pelaku curanmor hasil tangkapannya. Para tersangka ini, berasal dari empar kelompok. Yang pertama kelompok Gundul, kelompok Gedangan, kelompok Bandulan dan kelompok Sumberpucung. “Meski sudah mengamankan delapan tersangka, namun kami masih terus melakukan pengembangan. Masih banyak pelaku lain dari kelompok ini yang belum tertangkap. Contohnya kelompok Gedangan, dari tiga pelaku yang beraksi, tapi baru satu saja pelaku yang kami amankan,” kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James Hutajulu,.
Dijelaskan dia, dari delapan tersangka itu, tiga diantaranya juga ditetapkan sebagai pelaku perampasan motor. Yakni Sutrisno, 34 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribik Malang dan adiknya Hendrik Susilo, 26 tahun, warga Jalan Bandulan Malang, serta Yulianto, 29 tahun, warga Kalipare. Mereka merampas motor Yamaha Vixion, M 6635 WA milik Achmad Gufron, 20  tahun, asal Dusun Bujaan, Lapa Loak Dungkek, Kabupaten Sumenep, Sabtu (22/9) lalu, di depan Balai Kota Malang.
Menurut petugas, aksi perampasan dilakukan kakak beradik Hendrik dan Sutrisno.  Keduanya mengendarai motor Suzuki Satria N 6795 AE. Begitu melihat korban, kedua tersangka yang juga memiliki jaringan kelompok oknum anggota TNI ini langsung membuntuti korban. Sampai di depan Balai Kota, Hendrik yang mengemudikan motor Suzuki Satria memepet laju motor korban, hingga korbannya jatuh.  Sesaat kemudian Sutrisno turun dari boncengan motor kakaknya, dan menghampiri korban, yang mengendarai motor Yamaha Vixion. Tanpa basa-basi, Sutrisno meminta motor Yamaha Vixion tersebut. Karena permintaan itu ditolak, Sutrisno menghajar Gufron.
Selanjutnya dia membawa kabur motor seharga Rp 23 juta tersebut, setelah betul-betul melihat korbannya tidak berdaya. “Ya ini memang terlibat kasus perampasan, itu sebabnya selain menerapkan pasal 363 KUHP, kami juga menerapkan pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” terang dia. Khusus kasus perampasan motor ini, perwira tersebut menegaskan berhasil menyita motor Suzuki Satria yang dijadikan sarana melakukan perampasan, satu rompi bertuliskan Police, serta beberapa kunci T. (ira/mar)