Mantan Menteri Hukum Bela PR Gudang Baru

KEPANJEN– Perjuangan H Ali Khosin SE, pimpinan PR Jaya Makmur, untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus pemalsuan merek rokok Gudang Baru patut diacungi jempol. Meski kalah di peradilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Kepanjen) dan tingkat banding (Pengadilan Tinggi Surabaya), namun dia tetap akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Untuk melakukan kasasi itu, Ali Khosin tidak lagi menggunakan jasa pengacaranya yang lama. Sebaliknya, dia dibantu Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) menunjuk pengacara kondang yang juga merupakan mantan Menteri Hukum dan HAM RI, Yusril Ihza Mahendra.
Kemarin siang, Yusril yang juga merupakan pakar hukum tata negara itu, datang ke PR Jaya Makmur untuk menemui Ali Khosin. Selanjutnya, setelah membicarakan rencana kasasi, bersama-sama dengan bos PR Jaya Makmur ini, Yusril kemudian mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen menemui Ketua PN Kepanjen, Bambang Sasmito SH. Pertemuan itu, membahas rencana kasasi, sekaligus masalah teknis tentang putusan Ali Khosin yang dianggap batal demi hukum. Ribuan buruh yang mendengar Yusril mendatangi PN Kepanjen, langsung menyusul dengan jalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer. Para buruh ini sengaja menyusul ke PN Kepanjen untuk memberikan dukungan kepada Yusril dan pimpinannya.
Selama Yusril di dalam ruangan, mereka tak henti-hentinya memberikan dukungan. Bahkan, ketika Yusril keluar dari ruangan dan mau meninggalkan PN Kepanjen, para buruh tak henti-hentinya meneriakan yel-yel. “Hidup Pak Yusril……hidup Pak Yusril…..hidup Pak Yusril…..,” teriak para buruh, sembari menarik tubuh Yusril ke tengah para buruh dan kemudian mengangkatnya. Kepada wartawan, Yusril mengatakan bahwa tuduhan PT Gudang Garam yang menuding PR Jaya Makmur meniru produknya merupakan salah alamat. Sebab selama ini PR Jaya Makmur memiliki sertifikat merek dari Kementrian Hukum dan HAM dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, tentang penerbitan produk Gudang Baru.
“Jadi kalau memang Gudang Garam itu merasa ada kesamaan dengan merek Gudang Baru, maka seharusnya yang digugat adalah Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Kenapa sampai menerbitkan suatu merek yang mengandung kesamaan pokok,” ungkap mantan Mensesneg RI ini. Selain dianggap salah alamat, pria ini juga mengatakan bahwa putusan PN Kepanjen dan PT Surabaya dianggap batal demi hukum. Hal ini dijelaskannya setelah mempelajari putusan itu. Di dalam putusan, tidak memberikan suatu perintah pada terdakwa untuk ditahan sesuai Pasal 197 KUHAP.
“Dengan begitu maka bisa dianggap bahwa putusan tidak pernah ada, tidak pernah terikat dan tidak bisa dieksekusi oleh jaksa,” katanya. Seperti diketahui, 7 Maret 2012 lalu, majelis hakim PN Kepanjen, Bambang Sasmito memutuskan pemilik PR Jaya Makmur - produsen rokok Gudang Baru, Ali Khosin bersalah dengan vonis hukuman penjara 10 bulan dan denda Rp 50 juta. Mereka dilaporkan Gudang Garam ke Polda Jatim atas dugaan pemalsuan merek maupun kesamaan pada pokoknya. Atas kasus ini, Polda Jatim menggerebek pabrik Gudang Baru dan melakukan penyegelan sejumlah aset penting dan bahan baku milik pabrik tersebut. (agp/mar)