Pasien Wafa Husada Bunuh Diri

Nekat Terjun dari Lantai III
KEPANJEN-  Teriakan histeris muncul dari beberapa pengunjung dan karyawan Rumah Sakit Wafa Husada, Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen. Seorang pasiennya, Yassin, 62 tahun, nekat terjun dari lantai III rumah sakit tersebut, kemarin sekitar pukul 15.45. Diduga kuat, warga Dusun Gampingan, Desa Wonokerto, Bantur ini tidak kuat menahan sakit yang dideritanya. Padahal, bapak empat anak itu, masih dalam perawatan di ruang D kamar 305. Informasi yang dihimpun Malang Post, korban menjalani rawat inap dengan dua pasien lainnya di kamar yang sama. Namun, sebelum kejadian, seorang pasien dibawa ke bagian ICU sedangkan satu pasien lagi masuk kamar operasi.  
Tinggallah Yassin bersama Nanik Prihatin, 57 tahun, istrinya. Saat kedua pasien sudah pergi, Yassin meminta istrinya untuk membeli roti. Tanpa curiga, Nanik pun keluar kamar untuk membelikan permintaan suaminya tersebut. “Mungkin saat itulah, dia kemudian nekat membuka jendela dan memanjatnya. Setelah itu terjun langsung,” ujar salah satu karyawan rumah sakit yang merahasiakan namanya ini.  Kontan saja, tubuh korban langsung terhempas ke dasar dan mendarat dalam posisi telungkup. Dijelaskan Kabag Umum dan Personalia RS Wava Husada, Imam Subekti, korban Yassin dirawat di rumah sakit itu sejak Jumat (5/10) lalu. “Dia dirawat karena penyakit jantung yang dideritanya,” terangnya.
Majid, 55 tahun, salah satu saksi mata yang sedang membezuk keluarganya mengaku sempat mendengar suara benda terjatuh cukup keras. "Saya baru parkir mobil. Tiba-tiba mendengar suara brak," terang dia. Setelah dilihat, korban sudah tergeletak bersimbah darah dengan posisi tengkurap dan wajah penuh darah. Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto, saat dikonfirmasi mengaku masih meminta keterangan terhadap keluarga korban. “Ada dugaan korban frustasi. Namun untuk memastikan dugaan itu, kami masih meminta keterangan dari keluarga korban dan hasil visum,” kata mantan Kapolsekta Lowokwaru tersebut. Salah satu kefrustasian korban ini, dia sudah berobat kemana-mana, namun masih belum sembuh.  Hingga petang, tim identifikasi Polres Malang masih melakukan olah TKP di ruang tempat korban dirawat. (sit/mar)