Kakak Ahmad Bustomi Tewas Kecelakaan

SINGOSARI – Kesedihan menyelimuti pemain tim nasional, Ahmad Bustomi. Disaat persiapan menuju Australia untuk latih tanding, kakak iparnya, Dovi Akdial Ganda, tewas dalam kecelakaan di Jalan Panglima Sudirman Singosari Kabupaten Malang, Selasa sekitar pukul 03.30 kemarin.
Suzuki Katana, L 1154 KL yang dikemudikan kakak kandung Vina Diansari, istri Ahmad Bustomi, menabrak bagian kiri belakang truk trailer. Akibatnya, Dovi tewas di TKP. Kondisi warga Jalan Simpang Satria RT07 RW01, Kelurahan Balearjosari ini, sangat memprihatinkan. Kematian Dovi, karena luka serius di bagian kepala dan dada.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post menyebutkan, Dovi yang mengendarai mobil sendiri, rencananya ke Lawang mengantarkan mobil yang hendak dipinjam temannya. Melihat kondisi di TKP, diduga pria 29 tahun itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Mobil Dovi yang bermaksud mendahului motor, ternyata tidak melihat ada truk trailer di depan. Kaget, Dovi membanting stir, tapi justru menabrak bagian belakang sebelah kiri truk trailer. Info lainnya, yang ditabrak adalah truk biasa. Karena setelah kejadian, truk yang ditabrak melarikan diri.
Kerasnya benturan, membuat Suzuki Katana yang dikemudikan Dovi betul-betul ringsek. Bak kertas, kap yang menutup mesin mobil terbuka, bagian atap mobil juga terlepas. Termasuk seluruh kaca mobil tersebut pecah. Kasatlantas Polres Malang AKP Dwi Sumrahadi Rahmanto membenarkan kejadian tersebut. ‘’Yang jelas kami masih mengumpulkan keterangan saksi di TKP. Sekaligus mencari identitas kendaraan yang ditabrak,’’ tandas Dwi kemarin.
Ahmad Bustomi sendiri tiba di kamar mayat sekitar 05.30, setelah mendapat kabar dari mertuanya, Nurhayati. ‘’Ibu sebenarnya telpon jam 04.30. Tapi tidak saya angkat, karena masih subuhan. Telpon baru nyambung sejam kemudian. Dikabari Mas Dovi meninggal, kami buru-buru ke kamar mayat,’’ kata Vina Diansari.
Komunikasi terakhir antara Vina dan Dovi, terjadi Sabtu (6/10) kemarin. Ketika itu, beberapa kali Dovi miscall Vina. Ketika itu, Dovi berpesan agar Vina lebih berhati-hati dan menjaga kehamilannya.
Dovi juga sempat mengatakan akan ke rumah Vina, untuk silaturahmi. Tapi saat itu Vina mengatakan jika Senin (8/10) dia bertugas, sehingga Dovi pun urung datang ke rumahnya. ‘’Tahu dia akan pergi selamanya, saya tidak bakal menolak,’’ sesal wanita yang saat ini sedang hamil dua bulan ini.
Bustomi sendiri, cerita Vina, sempat menanyakan soal Dovi yang jarang ke rumah. Padahal jika saat Bustomi ada di Malang, Dovi sering ke rumah untuk bermain dengan anak Bustomi.
‘’Mereka sangat akrab, terutama anak saya Qotrunadana, kalau ada Dovi tidak pernah lepas dari gendongannya,’’ tandas wanita yang bekerja dibagian Farmasi  RSSA Malang ini.
Sementara Bintoro, ayah Dovi juga sempat mendapat firasat bakal kehilangan putranya. ‘’Saya tinggal di Batu, tadi pagi (Selasa pagi, Red.) sekitar jam 03.00, saya melihat Dovi berjalan di depan rumah. Sempat memanggil, tapi saat saya datangi, dia justru pergi. Begitu hingga tiga kali,’’ kata Bintoro.
Perubahan sikap Dovi pun terlihat sejak sebulan terakhir. Dovi yang kerap bermain dengan teman-temannya, justru lebih banyak di rumah dan menemani ibunya. Bahkan, Dovi juga kerap berkunjung ke rumah tetangganya.
‘’Tadi malam (Senin malam, Red.) Dovi sempat bermain PS dengan Adi tetangga di Jatimulyo. Pulang ke rumah sebentar kemudian keluar lagi, katanya mau langsung ke Lawang,’’ tandas Bintoro dengan nada lirih. (ira/avi)