Bandarnya Mana?

Penangkapan Perjudian
BLIMBING –Untuk kesekian kalinya anggota reskrim Polsekta Blimbing berhasil menangkap pelaku judi togel. Namun, dari sekian banyak pelaku yang ditangkap baru sebatas pengecer dan pengepulnya saja. Sedangkan bandarnya hingga kemarin masih aman.
Adalah Agus Sukirnowarga Jalan Sadang Kelurahan Bulurejo Blimbing dan Sugito warga Jalan Ir Rais Gg 9 Sukun. Keduanya merupakan pengecer dan pengepul togel. Menurut petugas, kedua tersangka ini ditangkap Senin (8/10) lalu. Untuk menguatkan keduanya merupakan pelaku judi togel petugas juga mengamankan barang bukti  14 lembar rekapan togel, 230 lembar kertas pengeluaran togel, uang Rp 211 Ribu, satu buku ramalan, dua kertas ramalan, dua bulpoin, 15 spidol, dua HP, satu kalkulator dan satu buku rekening  BCA .
“Seluruh barang bukti tersebut kami amankan dari tangan kedua tersangka,” kata Kapolsekta Blimbing AKP Rofiq Ripto Himawan kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskan Rofiq, dua tersangka ini ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda. Yang pertama kali ditangkap adalah Agus. Bapak satu anak ini ditangkap petugas di Jalan Citandui (dekat gapura), sesaat setelah melayani pembelian kupon togel. “Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat yang kemudian kami lanjutkan dengan penyelidikan, hasilnya saat itu tersangka memang sedang berjualan togel,’’ kata Rofiq.
Tertangkapnya Agus pun memberikan peluang petugas untuk melakukan pengembangan, untuk mencari pengepul atau bandarnya. Terbukti, tanpa ada sedikitpun paksaan, Agus menyebut nama Sugito sebagai orang yang setoran togelnya. Tak pelak, petugas pun langsung memburu Sugito. “Awalnya kami mendatangi rumah Sugito di Jalan Ir Rais. Tapi tersangka tidak berada di tempat, karena sedang bekerja di Jalan Rinjani. Sehingga kami langsung menuju Jalan Rinjani, dan mendapati tersangka sedang merekap nomor tombokan togel,’’ kata mantan kastreskrim Polres Malang Kota ini.
Seperti Agus, Sugito juga langsung menyebut dua nama. Yaitu Aking dan Azari, keduanya warga Lowokwaru. Tapi begitu, petugas gagal menangkap kedua orang tersebut lantaran keduanya tidak berada di rumah masing-masing. “Kami berjanji terus mengejar para pelaku perjudian hingga ke akarnya,’’ tandas Rofiq.
Sementara baik Agus dan Sugito sama-sama mengelak dituduh sebagai pengecer dan pengepul togel. Sebaliknya kepada petugas Agus dan Sugito mengaku hanya mendapat titipan togel. “Hanya hiburan saja, kalau ada teman titip saya membelikan,’’ kata Agus.
Menariknya, meski hanya menerima titipan keduanya mengaku mendapatkan komisi. Seperti Agus, dia mendapat komisi 10 persen dari Sugito. Sedangkan Sugito mengaku mendapat komisi 20 persen dari omzet yang disetorkan kepada Aking dan Azari. “Ada lima orang yang kerap titip dibelikan togel, saya ya membelikan,’’ kata kakek tiga cucu ini, sembari mengatakan jika dirinya menerima titipan togel karena tidak tega menolak permintaan teman-temannya. (ira)