Tragedi Kayu Bakar di Siang Hari

TAJINAN – SL, 55 tahun, warga Dusun/Desa Ngembul, Kecamatan Tajinan, kemarin pagi diperkarakan ke petugas Polres Malang. Dia dilaporkan dengan tuduhan percobaan perkosaan terhadap Juminten (nama samaran) 29 tahun, warga Jalan Sentono, Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan.
Diperoleh keterangan, perbuatan bejat yang dilakukan SL tersebut terjadi Sabtu (6/9) lalu sekitar pukul 10.00, di kebun dekat makam Jago Pati di Desa Jambearjo, Tajinan. Kejadian itu bermula ketika Juminten, sedang mencari kayu bakar di kebun tak jauh dari rumahnya.
Ketika sedang asyik mencari kayu bakar itu, datang SL sendirian. Kepada Juminten, SL mengatakan kalau di kebun dekat makam Jago Pati banyak kayu bakar. Tanpa menaruh rasa curiga Juminten percaya lalu menurut dan ikut ketika diajak SL ke kebun dekat makam Jago Pati.
Sesampainya di lokasi yang dimaksud, SL yang sudah mempunyai niatan busuk langsung mendekap tubuh Juminten dan memaksa untuk melakukan hubungan intim. Korban yang tidak mau, lalu menolak sembari berteriak minta tolong.
Tetapi SL yang terlanjur kalap, langsung membekap mulut korban dengan tangan. Sedangkan tangan satunya menjambak rambut korban. Meski sempat kewalahan, namun korban yang terus berontak akhirnya berhasil melawan yang kemudian kabur dan meminta pertolongan ke rumah tetangganya.
Sementara SL yang sadar aksinya gagal, memilih cepat-cepat untuk kabur. Mungkin karena tidak terima dengan kejadian yang dialaminya, Juminten mengadukan kejadian itu kepada keluarganya yang kemudian diteruskan dengan melaporkan ke petugas Polres Malang. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. “Laporannya sudah kami terima, dan saat ini masih kami selidiki,” ujar Kanit UPPA Ipda Sutiyo.(agp/eno)