Minta Pelaku Pengeroyokan Ditangkap

SUMBERPUCUNG- Meski sudah ada tersangka yang ditahan, keluarga Suparman, warga Jalan Jokromo, Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Sumberpucung puas. Mereka menuntut polisi tetap memburu pelaku pengeroyokan lainnya. Hal ini dikatakan Darmani, 53 tahun, istri alm Suparman dan Tomy Hartono, 30 tahun, anaknya. Sebelumnya, dua tersangka pengeroyokan yakni Dadang Lesmana, 25 tahun dan Delfi Fahrudin Zubaidi, 33 tahun warga Jalan Sersan Suyitno, RT04 RW01, Desa/Kecamatan Sumberpucung sudah diamankan.
Kepada Malang post, Tomy menceritakan, ketika itu dia usai mandi berjalan di pinggir jalan. Tujuannya mau ke tempat bengkel tambal ban milik ayahnya. Ketika sedang berjalan ini, tiba-tiba rombongan Dadang dan Delfi yang naik mobil pikap berhenti. Tersangka Dadang langsung memukul Tomy. Sedangkan tersangka Delfi dan teman-temannya yang lain, ikut menyerang Tomy. Termasuk memukuli Suparman (ayah Tomy) yang saat itu berusaha melerai dan menyelamatkan anaknya. Pengeroyokan sendiri, baru berhenti setelah petugas Polsek Sumberpucung datang.
“Untuk menghentikan pengeroyokan itu, pak polisi sampai memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara. Dan jumlah mereka itu banyak, tidak benar kalau hanya dikatakan delapan orang saja. Pelakunya lebih dari 15 orang yang ikut memukuli saya dan bapak (alm Suparman, red),” terang Agus Wahyuwono, 32 tahun, ketua RW06 RT36 ini. Dengan kejadian itu, pihak keluarga meminta polisi untuk menghukum para pelaku dengan hukuman setimpal sesuai dengan proses hukum. Dan berharap untuk pelaku lain yang ikut memukuli juga ditangkap. “Semoga kejadian ini adalah yang terakhir, jangan sampai ada korban lagi,” tutur Tomy dan Agus.
Yang memprihatinkan lagi, ternyata selama ini Suparman adalah tulang punggung keluarga. Suparman berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan istrinya, serta membayar biaya kontrak rumah. “Rumah yang kami tempati ini adalah kontrak selama lima tahun. Namun sekarang kurang enam bulan lagi. Kalau habis mau tinggal dimana lagi saya, karena bapak sudah tidak ada,” kata Darmani. (agp/mar)