Polisi Bekuk Tiga Tukang Cabul

MALANG- Rabu (10/11) benar-benar menjadi hari yang apes bagi para tukang cabul. Tiga orang pelaku asusila dibekuk polisi dan dijebloskan ke dalam bui. Yang pertama, Rohadi, 25 tahun, warga Jalan Juanda Malang. Pria ini ditangkap di tempatnya berdagang kacamata, areal Pasar Besar Malang. Dia hanya bisa menyerah ketika beberapa polisi unit PPA Polres Malang Kota mendatangi dan memberinya surat perintah penangkapan. Informasi yang didapat Malang Post, Rohadi dan Fariz, 25 tahun, temannya dilaporkan karena melakukan pencabulan terhadap Bunga (nama samaran), 15 tahun, warga Jalan MT Haryono Malang, yang masih duduk di bangku SMP, bulan Mei lalu.
Menurut Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James H Hutajulu, tersangka Fariz masih dalam pengejaran. “Setelah melakukan perbuatan itu di Hotel Mansion, Jalan Laksamana Martadinata, dia langsung kabur. Sekarang masih dikejar anggota,” ujarnya. Dijelaskan perwira ini, Rohadi sebenarnya juga ikut kabur ke luar kota. Namun, setelah keberadaannya tercium, petugas berhasil menangkapnya. “Tersangka yang sudah tertangkap, masih kita periksa secara intensif,” tegas James, panggilan akrabnya. Sementara itu, SA, 16 tahun, warga Desa Bunut Wetan, Pakis juga dibekuk anggota unit PPA Polres Malang. Dia dijebloskan ke dalam tahanan atas tuduhan pencabulan terhadap Sintia (nama samaran), 14 tahun, warga Desa Pakiskembar, Pakis. Korban mengaku dicabuli oleh SA sebanyak dua kali, Minggu (7/10) lalu.
Keterangan yang diperoleh, hubungan antara SA dengan Sintia adalah sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara sekitar delapan bulan lalu. Menurut pengakuan SA, dia melakukan perbuatan tak senonoh itu di rumah salah satu temannya yang sepi, tak jauh dari rumahnya. Sedangkan Triono Slamet, 21 tahun warga Jalan Stasiun Desa Pagentan, Singosari ikut meringkuk di ruang tahanan Mapolres Batu, sejak kemarin. Pemuda yang juga mantan pegawai salah satu toko modern di Malang ini dilaporkan menyetubuhi Bunga (nama bukan sebenarnya), 16 tahun, di sebuah villa Songgoiti, Minggu (7/10) lalu.
Hasil pemeriksaan petugas Polres Batu, kejadian berawal ketika Slamet menjemput Bunga di rumahnya, Jalan Ikan Piranha Malang. Keduanya kemudian pergi ke Gunung Banyak Songgoriti untuk refreshing sambil menikmati pemandangan Kota Batu.  Dari lokasi paralayang tersebut, mereka kemudian turun ke Batu sekitar pukul 14.00. Waktu itu kondisi Kota Batu sedang diguyur hujan dan Slamet mengajak gadis ini bertebuh di sebuah villa. Saat berada dalam sebuah villa itulah Slamet terus merayu agar Bunga mau dicabuli. “Saya sedang memiliki masalah dengan istri. Makanya, saya siap menceraikannya dan menikah dengan korban,” ujar Slamet.
Karena rayuan tersebut, Slamet akhirnya berhasil melakukan persetubuhan dengan Bunga. Slamet menyebutkan, dia kenal dengan Bunga saat siswa SMK itu melakukan PSG tempatnya bekerja. Menurut Kasubag Humas Polres Batu, AKP Yantofan, tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak. (ira/agp/feb/mar)