PJTKI MSS Digerebek

MALANG – Sebuah Perusahaan Penyalur  Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT. Mitra Sukses Sinergi (MSS), Jalan Kartini Malang, Kamis (11/10) sore digerebek anggota gabungan Unit PPA Satreskrim Polres Malang Kota dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).  Penggerebekan tersebut dilakukan seiring dugaan pemalsuan identitas para calon TKI yang siap berangkat melalui PJTKI tersebut. Hasilnya, petugas tidak hanya menemukan sembilan calon TKI yang tidak memenuhi syarat, tapi petugas juga mengamankan WS, Direktur PT tersebut.  Hingga berita ini diturunkan WS masih menjalani pemeriksaan tim penyidik unit PPA Polres Malang Kota. “Masih didalami, baik tersangka, korban dan saksi masih dimintai keterangan semua. Dan yang jelas selain direktur, kami juga memburu para Petugas Rekrutmen Calon Tenaga Kerja Indonesia (PCR TKI),” kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James H Hutajulu.  Dia yang didampingi Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan menerangkan, penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat, terkait adanya calon TKI yang usianya tidak memenui syarat ketentuan pemerintah.
Laporan itupun ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, dari puluhan calon TKI yang akan berangkat tersebut ternyata ditemukan ada yang belum berumur 21 tahun. Beberapa diantaranya masih dibawah umur.  Bersama BPN2TKI, petugas pun bergegas untuk melakukan penggerebekan. “Kami menemukan ada sembilan calon TKI yang usianya tidak memenuhi syarat. Yaitu SA, 17 tahun, MN, 17 tahun, AGN, 18 tahun, FY, 19 tahun, IZ, 18 tahun, KH, 17 tahun, SM, 19 tahun, SY, 20 tahun dan TY, 19 tahun,” tambah James, panggilannya.  \
Masih menurut dia, berkas sembilan para calon PJTKI ini ditemukan adanya pemalsuan identitas. “Usianya dituakan semua. Yang jelas sembilan calon TKI yang kurang memenuhi syarat tersebut status mereka adalah korban dan saksi. Sedangkan satu orang kami tetapkan sebagai tersangka yaitu SW,” katanya. SW dikenakan Pasal 103 ayat 1 Huruf C UU RI Nomor 39 tahun 2004 tentang Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sementara itu, Dwiko menambahkan, dari sembilan calon tersebut, dua merupakan asal NTB, satu dari Banyuwangi dan enam orang sisanya berasal dari Malang.
“Dua dari sembilan calon TKI ini berkasnya sudah dalam proses kantor Imigrasi untuk diberangkatkan menuju Hongkong, sedangkan tujuh lainnya masih dalam proses PCR TKI,” ucapnya. Namun, Markanto alias Haryono, perwakilan dari PT MSS menolak jika kedatangan anggota unit PPA Polres Malang Kota dan BNP2TKI untuk melakukan penggerebekan. Tapi sebaliknya, kedatangan mereka hanya untuk melakukan pembinaan, dan pemeriksaan dokumen.
 (ira/mar)