Dianiaya karena Utang

DAMPIT – Endo Supriyanto, 46 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Srimulyo, Dampit, Jumat (12/10) malam mengadu ke petugas Polsek Dampit. Dia melaporkan Supi’in, 40 tahun, warga Perum Dampit Permai, Jalan Gunungjati, Dampit dengan tuduhan penganiayaan. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar di punggung serta luka robek di dahinya.
Diperoleh keterangan, aksi penganiayaan yang dialami Endo ini terjadi sekitar pukul 21.00, di dalam rumah saudaranya di Dusun Ubalan, Desa Pamotan, Dampit. Ceritanya, malam itu sendirian dengan naik mobil korban bertamu ke rumah saudaranya. Setiba di depan rumah saudaranya, korban langsung masuk.  Sementara mobilnya di parkir di halaman depan rumah. Ketika sedang asyik ngobrol bersama saudaranya ini, mendadak datang Supi’in bernama seorang temannya yang diketahui bernama Wedi. Tanpa banyak bicara, begitu masuk rumah Supi’in langsung menyerang korban dengan menggunakan celurit.
Serangan pertama mengenai punggung korban hingga mengakibatkan luka memar, sedangkan serangan kedua mengenai dahi dan mengakibatkan luka robek. Setelah menyerang, Supi’in dan rekannya Wedi lalu kabur. Namun sebelumnya, mobil korban terlebih dahulu dirusak dengan celurit oleh Wedi. Korban sendiri yang tidak terima dengan kejadian yang dialaminya, malam itu juga dengan diantarkan saudaranya langsung melaporkan ke petugas Polsek Dampit. Saat ini Supi’in dan Wedi masih dalam pencarian petugas. “Motif penganiayaan itu, masalah utang piutang antara korban dengan Supi’in,” ungkap Kapolsek Dampit, AKP Indro Susetiyo. (agp/mar)