Melawan, Korban Jambret Dibacok

MALANG– Polsekta Kedungkandang ‘dihajar’ terus menerus oleh penjahat jalanan. Kemarin,  giliran dua penjambret beraksi di Jalan Danau Limboto Blok F5J, Sawojajar, Malang. Pelaku yang beraksi dengan membawa celurit ini membawa kabur kalung emas seberat 15 gram milik Supiati, 28 tahun, warga setempat, setelah lebih dulu membacok tangan korban.  Menurut Supiati, yang langsung melaporkan kasus ini ke Polsekta Kedungkandang, mengatakan jika peristiwa jambret tersebut terjadi sekitar pukul 07.15. Saat itu ibu dua anak ini sedang menyapu di depan rumahnya. Saat itulah dua pelaku mengendarai motor bebek datang dan langsung mendekati korban. Salah satu pelaku turun dari motor, dan pura-pura untuk menanyakan alamat.
Korban yang tidak curiga, pun berusaha menjawab pertanyaan pelaku.
Namun begitu, pelaku bukannya langsung pergi meski korban sudah memberitahu alamat yang dimaksud. Sebaliknya, pelaku langsung menarik kalung yang dipakai korban, sesaat setelah korban berbalik badan.  Tentu saja, aksi pelaku ini membuat Supiati kaget. Bahkan seketika itu juga wanita ini balik badan, sambil mempertahankan kalung. Bukan itu saja, Supiati juga sempat memukul pelaku menggunakan sapu yang dipegangnya.  Tapi sayang, upaya mempertahankan kalung tersebut gagal, saat pelaku mengeluarkan celurit dari balik bajunya. Pelaku yang tampak emosi dengan perlawanan Supiati, seketika menebaskan celurit tersebut ke arahnya.
Tebasan celurit itu tepat mengenai tangan kiri korban hingga dua jarinya nyaris putus dan membuat korban tidak berdaya. Kesempatan itulah kemudian digunakan pelaku kabur. “Ada saksi yang melihat pelakunya kabur ke arah timur. Pelaku menggunakan motor bebek seperti Honda Supra. Hanya saja, saksi lupa nopolnya,” kata Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiyono.
Melihat pelakunya kabur, Supiati pun berdiri. Dengan suara lantang Supiati berteriak jambret dengan menunjuk ke arah pelaku yang kabur kea rah timur. Tapi karena darah terus mengucur, Supiati memutuskan untuk masuk rumahnya, melewati pintu garasi. Selanjutnya, bersama adiknya, Supiati pun langsung menuju ke RSSA Malang untuk menjalani perawatan, baru setelah itu dia melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut ke Polsekta Kedungkandang. (ira/mar)