Buru Petugas Lapangan

Penggerebekan PJTKI PT MSS
MALANG– Setelah menetapkan Direktur Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Mitra Sukses Sinergi (MSS), Suwito sebagai tersangka, kini anggota unit PPA Satreskrim Polres Malang Kota memburu empat petugas rekrutmen Calon Tenaga Kerja Indonesia atau biasa disebut Petugas Lapangan (PL). Mereka berinisial SDM, 35 tahun, warga Jalan Jodipan I C Malang, TFK, 40 tahun, warga Pagak, SYT, 35 tahun, warga Desa Sidorejo, Pagelaran, dan HSN, 32 tahun, warga Brangrea, Sumbawa. Informasi yang didapat Malang Post, sembilan calon TKI yang usianya tidak memenuhi syarat ini, dibawa oleh empat PL tersebut.
Menurut polisi, empat PL ini harus ikut bertanggungjawab terhadap pemalsuan data-data para calon TKI ini. “Dalam pemeriksaan, Suwito mengaku tidak tahu menahu tentang pemalsuan identitas ini. Dia mengatakan, saat dokumen para calon TKI ini diserahkan, semuanya sudah memenuhi syarat,” ucap salah satu penyidik Satreskrim Polres Malang Kota. Semua data lengkap dan memenuhi syarat sesuai dengan UU RI Nomor 39 Tahun 2004 tentang Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.
“Keterangan yang diberikan tersangka yaitu direktur PT MSS bahwa dokumen para calon TKI ini dari empat PCR tersebut,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan kemarin. Bahkan, pihak PT sendiri tidak tahu menahu terkait pemalsuan tersebut, lantaran para PCR sangat menyakinkan jika para calon TKI/TKW yang mereka bawa usianya sudah memenuhi syarat.  “Itu sebabnya, empat PCR itu terus diburu, karena mereka yang diduga sebagai orang yang telah melakukan pemalsuan surat atau dokumen-dokumen para calon TKI,” tegasnya. Kemarin, selain memeriksa Suwito, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap dua pegawa PT MSS. Meski tidak disebutnya nama dua saksi yang telah diperiksa, namun tim penyidik mengatakan jika keduanya merupakan petugas operasional yang bertugas melakukan wawancara dan verifikasi data.
Terkait dengan para korban, setelah dilakukan pemeriksaan, mereka langsung dibawa ke Surabaya. Didampingi oleh salah satu LSM di Kota Malang, sembilan korban inipun langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing.  Sementara itu, disinggung tentang statusnya sebagai tersangka, Suwito mengatakan jika dirinya memang bertanggung jawab. Menurut dia, pihaknya tidak akan lepas tangan, sekalipun dirinya sama sekali tidak tahu menahu. “Kalau bilang saya tidak tahu dan saya justru dikorbankan, sama juga saya tidak bertanggung jawab. Ini merupakan bentuk tanggung jawab saya pada perusahaan yang saya pimpin. Bahkan risiko apapun akan saya hadapi,” tandasnya.
Seperti diketahui, PT MSS di Jalan Kartini 25 Malang, Kamis (11/10) sore digerebek gabungan anggota Unit PPA Polres Malang Kota dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Penggerebekan tersebut dilakukan seiring dengan adanya dugaan pemalsuan identitas para calon TKI yang siap berangkat melalui jasa PT tersebut. Hasilnya, petugas menemukan sembilan calon TKI yang tidak memenuhi syarat. (ira/mar)