Tak Gubris Permintaan Suami

BATU–  Duka yang mendalam juga dirasakan keluarga Anik Susiati. Ibu dan saudaranya tak henti-hentinya menangis begitu mengetahui wanita berusia 27 tahun ini meninggal dunia. Rosidi, 32 tahun, suami Anik bahkan sempat pingsan setelah memastikan bahwa mayat yang terbujur di ruang forensik kamar mayat RSSA Malang adalah istrinya. Menurut Kapiatun, ibu Anik, kemarin pagi sekitar pukul 10.00, anaknya berpamitan untuk pergi ke Kota Malang. Selain jalan-jalan, dia bermaksud menemui Eli, teman lamanya. “Pamitnya itu hanya mau jalan-jalan ke Malang menemui temannya. Anaknya yang masih berusia 8 tahun tidak diajak dan ditinggal di rumah,” ujar Kapiatun, sambil berusaha menahan tangis.Tak diduganya, sore kemarin dia mendapat kabar dari polisi, bahwa Anik mengalami kecelakaan dan tewas bersama Jiyem. Ditanya tentang banyaknya barang belanjaan yang dibawanya seperti selimut dan beberapa pakaian, Kapiatun menjelaskan bila barang-barang tersebut merupakan kado  persiapan pernikahan untuk Bunga Melani, keponakannya yang hendak menikah 28 Oktober nanti.
Berbeda dengannya,  Rosidi, mengatakan sudah sempat menegur istrinya untuk tidak pergi ke Malang, apalagi sampai membawa motor sendiri. Bahkan, ketika istrinya berada di rumah Jiyem, dia mengaku sempat menelpon dan meminta istrinya segera pulang. “Sebelum berangkat saya sudah melarangnya. Tetapi tidak tahunya dia malah nekat pergi tanpa pamit. Bahkan, ketika saya minta untuk segera pulang juga tidak digubrisnya,” terang Rosidi. Bapak satu anak ini mengatakan, dia sudah memiliki perasaan tidak enak terhadap istrinya. Sehari sebelum istrinya meninggal, Rosidi selalu membayangkan wajah istrinya itu. “Apalagi ketika melihat jalanan di Cangar yang padat, saya kepikiran terus sama istri. Tidak tahunya itu firasat istri saya akan pergi selama-lamanya,” pungkas dia. (agp/mar)