Judi Dadu Lowokwaru Digerebek

LOWOKWARU– Arena judi dadu di Jalan Candi Badut Malang, akhir pekan kemarin diobrak-abrik petugas Reskrim Polsekta Lowokwaru. Dari penggrebekan tersebut, seorang bandar serta penyedia tempat judi berhasil diamankan petugas. Mereka adalah Ngadiono, 43 tahun, warga Jalan Masjid Gg V, Desa Dengkol, Singosari yang diketahui sebagai bandarnya dan penyedia tempat, Jauri, 43 tahun, warga Jalan Candi Badut, Malang. “Kami juga mengamankan barang bukti berupa seperangkat alat judi dadu serta uang sebesar Rp 107.000,” ungkap Kapolsekta Lowokwaru, AKP Bayu Indra Wiguno.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang ini mengatakan, penggrebekan judi dadu yang dipimpinnya langsung itu, bermula dari informasi masyarakat sekitar. Warga merasa resah karena setiap hari di kampungnya ada judi dadu itu. Berdasarkan laporan itulah, petugas langsung melakukan penyelidikan. Begitu benar adanya, petugas langsung menggrebek. “Sebenarnya yang ada di arena judi dadu itu banyak, termasuk bandar dadu utamanya yang diketahui bernama Sulis. Namun mereka semuanya kabur begitu mengetahui kedatangan kami,” terang Bayu.
Sementara itu, Ngadiono dalam pemeriksaan mengaku kalau dirinya hanya bandar suruhan saja. Dia diminta oleh Sulis untuk menggantikan ngopyok. “Namun baru tiga kali kopyokan, polisi datang menangkap. Saya sendiri, diminta Sulis mengopyok karena dijanjikan komisi uang Rp 20.000,” tutur Ngadiono, penjual kue ini. Sedangkan Jauri mengaku kalau arena judi dadu di depan rumahnya itu sudah dua minggu ini. “Biasanya setiap selesai bermain judinya, saya diberi uang Rp 20.000 sebagai ganti biaya pinjam tempat dan bersih-bersih,” ujar bapak tiga anak ini. (agp/mar)