Ajakan Maut ke Malang

BATU– Kematian Anik Susiati dan Jiyem Winarsih serta anak balitanya Ikrima Salfira Kisna Nur Azizah membawa duka yang sangat mendalam bagi keluarga masing-masing. Semalam, sekitar pukul 19.30, semua keluarga Anik dan Jiyem mendatangi kamar mayat RSSA Malang. Begitu melihat ketiga jenazah ini, berbagai tangisan langsung keluar. Meski sempat syok, Muhammad Zaini, 43 tahun, suami Jiyem langsung berdoa di depan jenazah istri dan anak bungsunya itu. “Saya tidak menyangka bila mereka akan meninggal bersama-sama dan dalam kondisi yang tragis,” tuturnya kepada Malang Post. Dia mengaku sebenarnya tidak tahu menahu kepergian istri dan anaknya tersebut bersama Anik. Sebab, sebelum keduanya pergi, Zaini sudah berangkat bekerja menjadi kuli bangunan di SMPN 2 Batu.  
“Saya terakhir kali ketemu tadi pagi (kemarin) ketika pamitan berangkat kerja. Sama sekali tidak ada firasat. Bahkan istri saya juga tidak bilang kalau mau pergi,” ungkap bapak dua anak ini. Namun dia mengakui, hubungan istrinya dengan Anik merupakan teman yang sangat akrab. Dulu, Jiyem dan Anik sama-sama bekerja di sebuah pabrik jamur di daerah Cangar. “Meski orang lain, mereka sudah seperti saudara. Selama ini, istri saya memang sering keluar dengan Anik itu. Saya juga tidak pernah melarangnya keluar asalkan dengan teman akrabnya,” terangnya.
Sebab itu, Zaini sempat kaget ketika pulang ke rumahnya usai kerja, tidak melihat istri dan anaknya. Keluarganya mengatakan bila Jiyem dan Ikrima diajak Anik pergi ke Malang. Sementara itu, Ninik Rumawati, kakak keponakan Jiyem mengaku, dialah yang sebenarnya diajak Anik pergi ke Malang. “Dia menelpon saya dan mengajak menemui temannya bernama Eli di Malang. Tapi ajakan itu saya tolak. Ternyata dia malah mengajak Jiyem. Tidak tahunya, ajakan itu menjadi firasat kejadian ini,” paparnya sambil berurai air mata. (agp/mar)