Ditinggal Arisan, Rp 12 Juta Amblas

LAWANG- Nasib apes dialami Atminingsih Raharjo, 77 tahun, warga Jalan Mayor Abdillah Kelurahan/Kecamatan Lawang. Korban yang tinggal dengan seorang anaknya itu, mengalami kerugian hingga Rp 20 juta akibat rumahnya dikuras pencuri, kemarin. Peristiwa bermula ketika anaknya yang biasa tinggal serumah yakni Sunarto, berangkat kerja ke Jogjakarta. Dalam kondisi rumah yang sepi karena hanya ada dirinya seorang, korban yang siang itu mengikuti arisan, tanpa curiga meninggalkan rumah. Sebelum pergi, korban awalnya sudah memastikan jika pintu rumah sudah dalam kondisi terkunci. Termasuk, kondisi pintu bagian samping, yang menjadi menjadi pintu kedua di rumahnya.
Selanjutnya, korban pun menutup pintu pagar rumah dan langsung menuju ke lokasi pertemuan arisan. Sekitar 60 menit berlangsung, korban yang langsung pulang ke rumahnya, curiga dengan keberadaan pintu pagar rumah yang terbuka. Kontan saja, korban langsung masuk ke dalam rumahnya. Saat mulai masuk ke ruang tengah itulah, kecurigaan mulai muncul. Masalahnya, pintu samping sebelah barat dalam kondisi tidak terkunci. Bahkan, kamar tidur anak dan dirinya, pun telah diacak-acak maling. Merasa menjadi korban pencurin, Atminingsih pun lantas mengecek seluruh barang beharganya. Tak ayal, uang tunai senilai total Rp 12 juta, amblas dari dalam lemarinya.
Sementara itu, Kantor Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, dinihari kemarin menjadi sasaran pelaku pencurian. Pelaku yang masuk dengan cara merusak jendela kantor tersebut berhasil membawa kabur, dua salon (sound), satu tabung LPG  ukuran 3 kilogram, dan satu DVD Player. Tak pelak, kasus pencurian tersebut oleh Darmadi, 54 tahun, wakil juru kunci TPU Samaan langsung dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru. Kepada Malang Post, Darmadi menceritakan jika pencurian ini baru diketahuinya sekitar pukul 07.00. Saat itu Darmadi yang baru datang, kaget melihat kondisi jendela kantornya terbuka. Dia pun semakin curiga saat melihat adanya bekas congkelan disekitar jendela tersebut.  Tidak ingin penasaran, Darmadi pun mengecek ke dalam ruangan kantornya. Dan saat itulah diketahui jika barang-barang dalam kantornya tersebut hilang. (sit/ira/mar)