Sempat Lolos, Akhirnya Ditahan

MALANG – Tim penyidik Polres Malang Kota akhirnya menahan dr Hardi Soetanto 57 tahun, warga Surabaya yang dilaporkan mantan istrinya sendiri yakni Dr FM Valentina SH M.Hum. Polisi menemukan cukup bukti dalam perkara memberikan keterangan palsu ke dalam Akta Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Hardlent Medika Husada No 17 tertanggal 17 Maret 2012, seperti yang dituduhkan Valentina. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP James H Hutajulu.
Kepada Malang Post,  James menjelaskan sebelum ditahan, Hardi diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus). Pemeriksaan berjalan cukup lancar dan dalam memberikan keterangan Hardi cukup kooperatif sekalipun beberapa pertanyaan yang diajukan dijawab Hardi secara berbelit-belit. “Hasil dari pemeriksaan terhadap tersangka, cukup menjadi pertimbangan kami untuk kemudian melakukan penahanan,’’ kata James.
Penahanan Hardi kemarin menyisakan keheranan bagi beberapa pihak. Pasalnya dalam kasus sebelumnya, Hardi tidak ditahan kendati dalam kasus tersebut dia juga ditetapkan sebagai tersangka.
Sekadar diketahui, Hardi tidak hanya diperiksa dalam satu perkara saja, tapi dua perkara. Yaitu penggelapan dalam keuarga dan atau pencurian dalam keluarga. Perkara ini dilaporkan pada akhir Mei lalu, dan tanggal 30 Juni 2012 berkas dilimpahkan tahap pertama dengan nomor berkas perkara BP/148/VI/2012/Resta. Selanjutnya 12 hari kemudian pihak Kejaksaan menyatakan berkas tersebut lengkap. Dengan nomor surat P21 TAR/1862/0.5.11.3/Epp.1/7/2012, dan Kamis (4/10) lalu, berkas perkara kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Malang.
Sementara perkara kedua adalah dugaan pemalsuan keterangan pada akte autentik, dengan nama pelapor dan terlapor yang sama. Perkara ini sedang dalam proses penyidikan petugas. Diantarannya melakukan pemeriksaan terhadap saksi, dan tersangka, kemudian dilakukan penahanan terhadap tersangka. “Penahanan terhadap tersangka merupakan kewenangan dari penyidik,’’ kata James singkat.
Sekalipun tidak mengatakan detail alasan melakukan penahanan, namun mantan Kasatreskrim Polres Blitar Kota ini mengatakan jika pihaknya sudah melakukan berbagai pertimbangan, termasuk meminta petunjuk dari Kapolres Malang Kota AKBP Teddy Minahasa. “Pertimbangan salah satunya adalah ada kekawatiran tersangka kabur, atau menghilangkan barang bukti. Terlebih perkara ini juga belum 100 persen selesai,’’ kata pria dengan tiga balok di pundak ini.
Penetapan Hardi sebagai tersangka dan ditahan bukan menjadi akhir perjalanan kasus ini. Itu karena pihak Hardi juga meminta penyidik menghadirkan saksi yang meringankan.  
“Prosesnya masih terus berjalan. Kemarin tersangka juga meminta untuk menghadirkan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang meringankan. Namanya sudah ada, dan saat ini proses pemanggilan,’’ kata pria yang saat ini menempuh S2 di Univeritas Brawijaya (UB) Malang.  
Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya praktik mafia atau makelar kasus (markus) diduga dilakukan anggota Polres Malang Kota. Hal ini dikatakan advokat senior, H Sutrisno, SH, MH. Kemarin Sutrisno menunjukkan fakta pengaduan kliennya yakni Dr FM Valentina, SH, Mhum terhadap mantan suaminya itu.
Namun mulai Juni lalu hingga kini proses hukumnya jalan di tempat. Padahal menurut Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DPC Malang ini, penyidik Satreskrim Polres Malang Kota telah menetapkan Hardi sebagai tersangka dalam dugaan pemberian keterangan palsu dalam akte autentik. (ira/eno)