Sukses Tangkap Bandar di Bantur

Di Lowokwaru Hanya Pengecer
BANTUR – Arena judi dadu di Dusun Klakah, Desa Rejosari, Bantur dini hari kemarin digrebek petugas Buser Polres Malang. Dari penggrebekan itu, seorang bandar dadu berhasil diamankan petugas. Yakni Markalam, 29 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Pringgodani, Bantur.
Dia diringkus ketika sedang asyik mengopyok dadu. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan seperangkat alat judi dadu serta uang sebesar Rp 720 Ribu.
“Sebetulnya yang ada di arena dadu itu banyak. Namun mereka kabur setelah mengetahui kami datang. Hanya bandarnya saja yang kami amankan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini, mengatakan kalau penggrebekan judi dadu itu bermula dari laporan warga sekitar. Masyarakat merasa resah dengan adanya judi dadu tersebut. Berdasarkan laporan itulah, akhirnya petugas melakukan penyelidikan. Begitu benar adanya petugas langsung menggrebek.
Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka Markalam ini mengaku kalau arena judi dadu itu sudah sejak setengah bulan lalu dibuka. Judi dadu itu diselenggarakan di dalam rumah warga bernama Sidin, yang kabur saat polisi datang menggrebek.
“Setiap harinya judi dadu itu dibuka malam hari pukul 22.00 sampai dini hari. Setiap kali menjadi bandar, tidak tentu menang atau kalah. Kalau semalam sebelum ditangkap, saya baru 10 kali kopyokan dan baru menang Rp 20 Ribu polisi sudah datang menggrebek,” ujar Markalam yang pernah ditahan pada 2008 lalu karena menjadi penadah barang hasil curian.
Jika di Bantur anggota buser Polres Malang sukses membekuk bandar togel, tidak demikian dengan anggota reskrim Lowokwaru. Untuk kesekian kalinya aparat polisis hanya sukses menangkap kelas pengecernya.
Mereka adalah Supardi warga Desa Kepuharjo Karangploso dan Suminto warga Jalan Sudimoro Lowokwaru. Dari kedua tersangka ini petugas mengamankan barang bukti uang Rp 135 Ribu dan empat lembar potongan kertas bertuliskan angka togel.
Kapolsekta Lowokwaru AKP Bayu Indra Wiguno menjelaskan, kali pertama ditangkap adalah Supardi. Pria yang kesehariannya menjual bensin di Jalan Sudimoro ini ditangkap petugas di tokonya saat baru saja melayani pembeli nomor tombokan togel.
“Tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung menyerah. Saat itu juga dia langsung kami bawa ke sini untuk penyidikan lebih lanjut,’’ ungkap Bayu, sembari mengatakan dari tangan Supardi pihaknya mengamankan barang bukti uang Rp 25 Ribu dan dua lembar sobekan kertas bertuliskan angka togel.
Meski saat memberikan keterangan Supardi kerap berbelit-belit, namun pria ini akhirnya mengaku jika dirinya kerap menyetorkan uang pembelian togel kepada Suminto, tetangganya di Jalan Sudimoro. Petugas pun langsung melakukan pengembangan, dengan memburu Suminto di rumahnya.
“Saat kami datang, Suminto sedang menulis beberapa nomor pesanan togel, sehingga dia juga tidak berkutik. Terlebih saat itu selain kertas robekan bertuliskan angka togel dari tangan Suminto kami juga mengamankan uang Rp 110 Ribu yang diduga merupakan uang hasil penjualan kupon togel,’’ tambah mantan Kasatreskrim Polres Malang ini.
“Kesulitan kami menangkap pengepul atau bandar, selain tinggalnya yang berpindah-pindah, kami juga kerap tidak memiliki alat bukti yang kuat, sehingga mereka pun tidak bisa dijerat. Namun begitu, kami juga tidak akan menyerah, dan terus melibas seluruh aktifitas dan pelaku perjudian,’’ ungkap Bayu.(agp/ira/eno)