Malang Post

Banner
You are here: Kriminal All Out Tangani Kasus Hardi dan Valentina

All Out Tangani Kasus Hardi dan Valentina

Share
MALANG–  Tidak ingin dituduh berat sebelah dalam melakukan penyidikan, tim penyidik Polres Malang Kota saat ini juga memproses kasus penggelapan dalam jabatan, di PT Hardlent Medika Husada. Dalam kasus ini, sebagai pelapornya adalah dr Hardi Soetanto, 57 tahun, warga Surabaya, sebagai direktur PT tersebut dan terlapornya adalah Dr FM Valentina, SH, Mhum. Dijelaskan oleh Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James H Hutajulu. Ditemui Malang Post di ruang kerjanya, James mengatakan jika proses hukum kasus penggelapan dalam jabatan ini saat ini dalam taraf pemeriksaan saksi.
“Antara dr Hardi dan istrinya tersebut sebetulnya saling melapor. Dan kasusnya pun saat ini sama-sama kami proses,” kata James. Berbeda dengan status Hardi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus memberikan keterangan palsu ke dalam Akta Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Hardlent Medika Husada No 17 tertanggal 17 Maret 2012, status Valentina sendiri baru sebatas saksi. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika status terlapor ini ini bisa naik menjadi tersangka, jika tim penyidik menemukan adanya bukti-bukti kuat.
“Yang jelas kami tidak mau pilih-pilih, atau berat sebelah dalam menangani kasus. Dan jika memang dalam kasus ini ada bukti kuat, dan berbagai pertimbangan penyidik bisa juga dilakukan penahanan,” urai James. Terkait dengan penanganan perkara tersangka Hardi, James mengatakan hampir final. Saat ini pihaknya menyiapkan terkait pemeriksaan saksi meringankan yang akan dihadirkan oleh Hardi. “Masih akan menghadirkan saksi yang meringankan, paling tidak hari Senin (22/10),  saksi tersebut dihadirkan oleh pihak tersangka, kemudian kami mintai keterangan. Cepat atau lambatnya tergantung hasil pemeriksaan,” ungkapnya. Bila lancer, minggu depan pun prosesnya sudah bisa dilimpahkan ke Kejari Kota Malang.
Seperti diketahui, Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa all out dalam menyelesaikan perkara Dr FM Valentina, SH, Mhum dan suaminya, dr Hardi Soetanto.   Pihaknya juga akan berlaku profesional, sekalipun ada intervensi dari pihak luar. “Sudah tidak musimnya intervensi. Kita harus malu kalau intervensi dalam proses penegakan hukum. Terlebih kita berada di kota Malang yang terkenal sebagai kota pendidikan, kota akademisi dan banyak intelektual bangsa di sini. Apakah tidak malu jika dalam proses hukum diciderai dengan intervensi-intervensi yang umumnya hanya untuk menguntungkan diri sendiri,” paparnya beberapa waktu lalu. (ira/mar)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.