Anggota Korem Digerebek

Dipergoki Selingkuh, Dihajar Massa
SINGOSARI –  Serka Winarno, 39 tahun, benar-benar apes. Perselingkuhannya dengan Serka Meta Noviarini dipergoki suami WILnya ini dan warga Jalan Perusahaan RT03 RW08, Dusun Losawi, Desa Tunjungtirto, Singosari, kemarin pagi. Akibatnya, anggota intel Korem 083/Bhaladika Jaya ini pun dihajar beramai-ramai. Tidak hanya dengan tangan kosong, beberapa orang menghajar bintara tersebut dengan kayu hingga pingsan. Selain itu, warga yang sudah marah juga merusak motornya, Suzuki Satria. Kemarahan warga ini baru mereda setelah anggota Denpom V/3 Brawijaya datang. Tubuh Winarno yang sudah terkapar di rumah Sudarmaji, orang tua Meta ini dibawa ke rumah sakit.
Menurut Serma Wahyu, suami Meta yang juga berdinas di tempat yang sama, dia curiga dengan ketidakhadiran istrinya di tempat kerja. Padahal dia harusnya piket kemarin. Di parkiran juga tidak terlihat motornya. “Saat olah raga pagi tadi juga tidak kelihatan,” tuturnya kepada beberapa warga. Lantaran itulah, dia mencoba hubungi Meta melalui telepon genggamnya. Namun HP milik Meta dalam kondisi mati. Saat itulah, Wahyu kemudian memilih mendatangi rumah mertuanya, di Jalan Perusahaan, Dusun Losawi, Desa Tunjungtirto, Singosari. Rumah mertuanya ini, memang kadang digunakan istrinya untuk tinggal.
Curiga ada yang tidak beres muncul ketika dia melihat kondisi rumah mertuanya itu dalam kondisi terkunci. Dia makin curiga ketika kunci yang dipegangnya, tidak bisa membuka gembok pagar. “Saya langsung naik ke atas melalui lantai dua atau tempat jemuran yang terbuka,” lanjutnya. Namun alangkah kagetnya dia saat masuk rumah. Dia melihat Winarno keluar dari kamar Meta. Emosinya pun meninggi. Apalagi, mertuanya sedang berada di Surabaya. Seketika itu,  Wahyu memukul pria yang dikenalnya ini.  Pukulan Wahyu sempat dibalas oleh Winarno, yang saat itu memakai pakaian dinas lengkap dengan sepatunya. Keduanya pun saling pukul. Tapi begitu, Winarno tidak meneruskan perkelahiannya dengan Wahyu dan memilih kabur. Wahyu pun mengejar dan berteriak pencuri.
Alhasil, warga yang ada di sekitar rumah tersebut pun merespons dan beramai-ramai mengejar Winarno. “Saya kemudian turun menyusul warga. Saat dibawah, saya melihat Meta keluar dari kamar mandi mengenakan daster. Dia kabur tidak tahu kemana. Sampai sekarang HPnya juga masih mati,” paparnya. Sementara, upaya Winarno kabur tidak membuahkan hasil. Dia berhasil ditangkap dan dipukuli. Bak pelaku kriminal, warga memukul Winarno sangat keras  hingga membuatnya tak sadarkan diri.  Kendati kondisi Winarno tidak berdaya, emosi warga tidak berubah. Mereka menyeret tubuh pria ini hingga ke rumah Wahyu.  Dan saat itu tubuh Winarno pun dibaringkan di teras rumah.
Kades Tunjungtirto,  Didik Gatot Subroto yang mendapat laporan ini, cepat datang dan langsung meminta warga untuk tenang. Didik juga langsung melapor ke Denpom V/3 Brawijaya terkait aksi amuk massa ini. Sementara itu Kapenrem 083 Bhaladika Jaya, Mayor Bambang Yudo, saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan jika pihaknya akan menyelidiki kasus ini. Bahkan, pihak Korem pun tidak segan-segan memberikan sanksi. (ira/mar)