Menyerah Usai Keroyok Pemilik Toko Jamu

PAKISAJI– Dua dari tiga pelaku pengeroyokan terhadap Muhammad Al Hamid, 41 tahun, pemilik toko jamu ‘Rudal Perkasa’ di Jalan Raya Desa Kebonagung RT22 RW05, Pakisaji, menyerahkan diri ke Mapolsek Pakisaji, Kamis (18/10) sore. Mereka yakni Mugi Kariono, 32 tahun, warga Dusun Sukoanyar RT09 RW02, Desa Mendalanwangi, Wagir dan Perik Indrawanto, 27 tahun, warga Dusun Mendalan Timur RT23 RW04, Desa Mendalanwangi, Wagir. Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari mengaku sangat senang bila tersangka kooperatif dan memilih menyerahkan diri.
“Sekarang tinggal memburu Uut, warga Desa Wadung, Pakisaji. Dia merupakan otak dari kasus itu,” terangnya. Dijelaskannya, pengeroyokan ini, terjadi Rabu (17/10) sore di dalam toko jamu korban. Menurut Nyoman, bermula ketika seminggu lalu, Uut yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini membeli jamu di toko milik korban. “Kepada tersangka Mugi dan Perik, Uut bercerita bila dia dendam dengan cara korban melayani jualan jamu yang kasar,” lanjutnya.     Ketiganya kemudian bertemu di pinggir sungai Kebonagung. Agar lebih berani menggedor rumah korban, ketiganya memilih untuk pesta minuman keras terlebih dulu. Selanjutnya, mereka pun mendatangi rumah korban. Begitu pintu dibuka, pelaku lalu masuk menghampiri Hamid. Ketiganya langsung mengeroyok. Usai memukuli ini, mereka kabur.
Sementara itu, Mugi dan Perik, dalam pemeriksaan mengaku kalau mereka hanya diajak oleh Uut saja.  Mungkin karena terpengaruh minuman keras, ajakan itupun diiyakan oleh kedua tersangka. Dengan berboncengan sepeda motor, mereka lalu mendatangi rumah korban dan mengeroyoknya. “Kami hanya ikut memukuli dua kali di bagian wajah. Kami juga menyerah karena tak ingin terus-terusan dikejar-kejar polisi,” kata Mugi. (agp/mar)