Nyaris Ditabrak, Malah Dibacok

LOWOKWARU–  Burhanudin, 26 tahun, juru parkir Taman Griyashanta, Jalan Soekarno Hatta, menjadi korban penganiayaan kemarin. Warga Jalan Kyai Parseh Jaya RT05 RW05, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang  ini dibacok Ferdi Ari Indra Prasetyo, 17 tahun, warga Jalan Kendalsari Malang dengan golok di depan Karaoke Oscar, Jalan Soekarno Hatta Malang. Akibatnya, dua jari tangan kirinya nyaris putus. Untungnya, warga sekitar dan M. Irfan, satpam Bank BNI yang melihat kejadian ini, segera meringkus Ferdi, panggilan tersangka dan memborgol tangannya. Dia pun dibawa ke Mapolsekta Lowokwaru.
“Kasus Ferdi ini, dilimpahkan ke Unit PPA Polres Malang Kota karena masih dibawah umur,” tegas Kapolsekta Lowokwaru, AKP Bayu Indra Wiguno.  Burhanudin sendiri, hingga berita ini diturunkan masih menjalani perawatan intensif di RS Lavalette. Jimi alias Ambon, 29 tahun, saksi mata kejadian ini mengungkapkan, saat itu Ferdi yang mengendarai motor Honda Beat, melaju dari arah selatan berniat parkir di areal depan Karaoke Oscar. Namun begitu, beberapa saat Ferdi yang berboncengan dengan teman wanitanya urung parkir, dan kembali melajukan motornya ke utara.
Entah disengaja atau tidak, laju motor Ferdi nyaris menabrak korban yang saat itu sedang berdiri. Tak pelak, Burhanudin pun memanggil. “Saat itu pelakunya langsung berhenti, dan keduanya berbicara,” kata Ambon. Keduanya terlihat bertengkar. Buntutnya, Ferdi menyuruh Burhanudin menunggunya. “Tunggu di sini,” teriak Ferdi kepada Burhanudin..  Selanjutnya, dia melajukan motornya dan memutar balik. Dia lalu berhenti di sebelah warung es degan yang ada di seberang Karaoke Oscar. Tanpa sepengetahuan pemilik warung, dia mengambil golok yang ada di warung tersebut. Selanjutnya dengan berjalan kaki, Ferdi kembali mendatangi korban yang saat itu masih berdiri di TKP.
Tanpa banyak bicara, Ferdi menyabetkan golok tersebut ke arah Burhanudin.  Melihat golok itu, Burhanudin langsung menangkis dengan tangan kirinya. Itu sebabnya, sabetan golok tersebut mengenai dua jari tangan kirinya. Darah segar pun mengucur deras. Sedangkan Ferdi langsung berusaha kabur. Tapi langlah kakinya berhenti saat warga dan Irfan, satpam Bank BNI menangkapnya dan. Akibat perbuatannya itu, dia juga sempat mendapat bogem mentah dari warga.  Kepada petugas, Ferdi mengaku jika perbuatannya itu dilakukan karena kepalanya dipukul korban saat motor yang dikendarainya hendak menabrak. “Dari situlah saya emosi, dan meminjam golok,” ungkapnya. (ira/mar)