Zinah di Halaman Masjid, Warga Luruk Mapolsek

GONDANGLEGI – Ratusan warga Desa Sukosari Gondanglegi, siang kemarin ngluruk Polsek Gondanglegi. Mereka menuntut pasangan selingkuh yang tertangkap tangan berzinah di dalam mobil, diproses hukum.
Terlebih-lebih, mobil yang jadi ‘kamar mesum’ itu, di parkir di halaman Masjid Darussalam Desa Sukosari Gondanglegi. Warga tidak terima kalau tempat ibadah dibuat berzinah.
Tindakan asusila itu, dilakukan NK, 30 tahun, warga Dusun Sumbertaman Karangsuko Pagelaran, yang berprofesi sebagai guru. Sedangkan wanitanya berinisial QH, 40 tahun, justru dikenal sebagai putri salah satu tokoh masyarakat di Gondanglegi.
‘’Kedatangan kami ke sini (Polsek Gondanglegi, Red.) menuntut pasangan selingkuh itu diadili. Mereka harus diadili sesuai undang-undang yang berlaku. Kami semuanya menuntut mereka diadili,’’ ungkap Abussalam, perwakilan warga yang juga ketua koordinator kebersihan masjid.
Kedatangan ratusan warga itu, dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan mobil. Mereka berangkat setelah berkumpul di halaman masjid selepas salat Jumat.
Setiba di halaman Mapolsek Gondanglegi, dengan membawa beberapa kertas bertuliskan kecaman, warga dengan diwakili Abussalam dan Yasin, melaporkan kasus tersebut.
Sedang tulisan-tulisan yang dibuat warga diantaranya, tangkap dan adili perkosaan di halaman masjid; segera hukum pelaku mesum melecehkan umat islam; tolong hukum ditegakkan jangan ambil suap mobil bergoyang di halaman masjid.
Selain itu, sebagian warga lainnya menyebarkan kertas di tengah jalan kepada pengguna jalan yang lewat. Isi selebaran yang dibagikan itu, woro-woro !!! Usut tuntas perzinahan di halaman Masjid Sukosari, jangan ambil suap mobil bergoyang.
‘’Sebetulnya kedatangan warga ke sini (Polsek Gondanglegi, red) adalah kedua kalinya. Kemarin (Kamis, Red.) beberapa warga sudah ada yang kesini untuk melaporkan perzinahan itu. Namun tidak ada respon karena tidak ada dukungan warga. Akhirnya setelah salat Jumat, kami berkumpul dan langsung bersama-sama untuk membuat laporan,’’ terang Abussalam.
H Abdurrahman, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukosari menambahkan, perzinahan yang dilakukan pasangan mesum NK dan QY itu, terjadi Selasa (9/10) lalu sekitar pukul 12.30. Sebelum tertangkap basah, diduga kedua pasangan ini janjian ketemuan di halaman masjid.
Mereka datang sama-sama dengan mengendarai mobil. Honda CRV dan Blazer. Entah apa yang ada dibenaknya, begitu ketemuan mereka masuk ke CRV. Di dalam mobil tersebut mereka langsung berzinah di jok belakang. Perbuatan zinah itu, dilakukan keduanya cukup lama. Mulai sebelum waktu salat duhur sampai selesai salat.
Perzinahan itu terbongkar setelah Ketua Remaja Masjid (Remas) H Romadhon dan Heri, usai salat duhur curiga ketika melihat ada mobil bergoyang di halaman Masjid.
Yakin ada yang tidak beres, keduanya lalu pelan-pelan mendekati yang kemudian menggrebek. ‘’Ketika digrebek itu, baik laki-laki ataupun perempuannya sama-sama telanjang bagian bawah,’’ ujar H Abdurrahman.
Setelah digrebek, keduanya kemudian diserahkan ke Balai Desa Sukosari. Namun warga kecewa, karena di balai desa mereka sama sekali tidak diproses, justru dilepaskan.
‘’Karena warga masih tidak terima, akhirnya Kamis (18/10) warga dan Kepala Desa mengadakan pertemuan. Dari pertemuan itu, terungkap kalau pasangan mesum itu mengaku sudah melakukan hubungan intim di dalam mobil,’’ lanjut pria berusia 40 tahun itu.
Menanggapi kasus perzinahan itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Decky Hermansyah, didampingi Kapolsek Gondanglegi Kompol Gatot Suseno, Danramil Gondanglegi dan Camat Gondanglegi Kamti Astuti, mengatakan bahwa laporan warga itu akan segera diproses. Kasusnya saat ini sudah ditangani oleh Polsek Gondanglegi dan diback up Polres Malang.
‘’Kasusnya itu adalah tindak pidana murni, bukan delik aduan sehingga akan kami proses hukum sesuai dengan Undang-undang,’’ ujar Decky Hermansyah.
Polisi sendiri, segera memeriksa saksi-saksi untuk mendapatkan alat bukti sah atas kasus perzinahan itu. Kedua pelaku perzinahan tersebut, akan dijerat dengan pasal 281 KUHP ayat 1 E tentang perzinahan dimuka umum, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. ‘’Siapa pelaku pasangan mesum itu, sudah kami kantongi dan akan segera kami proses,’’ tegasnya. (agp/avi)