Santri Ponpes Dianiaya

Penganiayaan
BULULAWANG– Tak terima dipukul, Muhammad Hasbi Musyaddad, 13 tahun, warga Desa Siraman, Kesamben, Blitar Jumat (19/10)  lalu mengadu ke petugas Polres Malang. Santri salah satu Ponpes di Bululawang ini, melaporkan Dedy, 23 tahun, pengasuh kamar K-10 di Ponpes tersebut. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar dibagian punggung, tangan serta kakinya akibat dipukul dengan pipa paralon. Sementara laporan penganiayaan itu sendiri, saat ini sedang diselidiki anggota Satreskrim Polres Malang. Diperoleh keterangan, kejadian yang dialami Hasbi ini terjadi Kamis (18/10) malam sekitar pukul 22.00. Ceritanya, saat itu Afdhol, pengasuh kamar K-3 sedang melakukan razia barang milik para santri di dalam kamar.
Ketika melakukan razia itu, Afdhol menemukan charger HP dalam tas korban. Ketika ditanya dimana menyimpan HP, korban tidak mengaku. Korban mengatakan kalau HP miliknya ada di rumahnya dan charger HP ikut terbawa di tas. Tidak percaya dengan pengakuan korban, Afdhol memberitahukan kepada Dedy pengasuh kamar K-10. Selanjutnya korban oleh Dedy dipanggil yang kemudian dipukul dengan paralon. Tidak terima dengan kejadian itu, korban melaporkan ke polisi. (agp/mar)