Cekik Ibu dan Anak, Asisten Kontraktor Dimassa

KARANGPLOSO– Warga Perum Griya Permata Alam RT07 RW14, Desa Ngijo, Karangploso Jumat (19/10) sore lalu, mengamuk. Mereka menghajar Surya  Erman Setiadi, 23 tahun, tinggal di Jalan Hamid Rusdi Malang. Pria yang mengaku sebagai asisten kontraktor ini kepergok melakukan pemerasan terhadap Mega Indah Juni, 29 tahun, warga setempat. Beruntung saat aksi massa tersebut terjadi, petugas Polsek Karangploso cepat tanggap, dengan datang ke TKP. Sehingga pria asal Dusun Lengkong, Desa Wonoasri, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember inipun cepat diamankan.  Kanit Reskrim Polsek Karangploso Aiptu Purnomo mengatakan jika peristiwa tersebut terjadi berawal dari kedatangan Surya ke rumah Mega, yang merupakan kakak kelasnya di salah satu SMAN di Jember.
Kedatangan Surya diterima baik oleh korban, yang saat itu hanya berdua saja dengan Arya Brian Batara, 2 tahun, anaknya.  Keduanya saling bercerita tentang kondisi masing-masing. Bukan itu saja, Surya juga memberitahu jika dirinya hendak menikah. Dan kedatangannya saat itu selain bersilahturahmi, sekaligus untuk meminjam uang. Dan saat itu Mega mengaku jika dirinya tidak memiliki uang. Entah apa yang ada di benak Surya saat itu, pasalnya sesaat setelah Mega mengatakan tidak memiliki uang, pria ini justru buru-buru pamit pulang. Tapi begitu, sampai di luar Surya kembali masuk ke rumah Mega, dengan alasan  kunci motornya  tertinggal di dalam rumah. Saat itu Surya tidak hanya mencari kunci motornya di ruang tamu tapi juga di kamar mandi.
“Dari kamar mandi inilah, kemudian tersangka mendekap korban. Beberapa kali Surya memukul korban hingga terjatuh. Tidak puas, Surya juga mencekik ibu satu anak ini, hingga korban nyaris tidak bisa bernafas,’’ kata Purnomo. Tidak puas hanya mencekik Mega, Surya yang kondisinya kalap juga langsung mencekik leher Brian, anak Mega yang saat itu menangis melihat ibunya dicekik.  Melihat anaknya dicekik, Mega pun marah. Tubuh Surya pun langsung ditendang. Tapi begitu, khawatir jika Surya kian beringas, Mega langsung melepaskan gelang serta cincin emas yang dipakainya. “Gelangnya seberat 11 gram, sedangkan cincinnya seberat 3 gram. Total 14 gram,” kata Purnomo.
Mendapatkan dua benda berharga tersebut, Surya pun langsung kabur melalui pintu belakang. Tapi sayang upayanya tersebut gagal, lantaran belakang rumah korban ternyata jalan buntu. Sementara Mega sendiri melihat tersangka yang bingung mencari jalan memilih untuk berteriak maling. Dan teriakan itu mendapat respons warga yang seketika datang kemudian menangkap pelaku.  Pengakuan berbeda diberikan oleh Surya. Kepada petugas, Surya mengaku jika kedatangannya ke rumah Mega justru untuk menagih uangnya  Rp 4,5 juta yang pernah dipinjam Mega. (ira/mar)