Berkas Dilimpahkan, Hardi Masuk Rumah Sakit

MALANG– Berkas perkara yang membelit dr Hardi Soetanto, akhirnya secara resmi dikirimkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, kemarin siang. Pelimpahan berkas pertama kasus
memberikan keterangan palsu ke dalam Akta Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Hardlent Medika Husada, dibenarkan Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James H Hutajulu. Menurutnya, pelimpahan ini sudah sesuai dengan aturan dan prosedur hukum yang berlaku. “Penyidik sudah selesai meminta keterangan kepada tersangka dan sejumlah saksi,” tuturnya. Pihaknya kini hanya tinggal menunggu keterangan dari Kejari Kota Malang, apakah berkas tersebut bakal dinyatakan P21 (sempurna) atau dikembalikan.
James, sapaan akrabnya, berkeyakinan pelimpahan tersangka dan barang buktinya, segera dilakukan setelah proses pemeriksaan Kejari Kota Malang selesai. Sayangnya, seiring dengan pelimpahan berkas ini, Hardi yang juga duduk sebagai Komisaris PT Hardlent Medika Husada malah terbaring sakit di RSSA Malang. “Iya, sekarang sedang menjalani rawat inap di sana. Sakitnya hanya gitu-gitu aja,” ungkap perwira ini. Di sisi lain, Dr FM Valentine SH kemarin tampak mendatangi ruang Satreskrim Polres Malang Kota. “Ya datang saja. Tidak ada agenda pemeriksaan,” tegas James ditanya soal tersebut. Direktur PT Hardlent Medika Husada itu didampingi penasehat hukumnya, H Sutrisno, SH, MH cukup lama berada di ruang salah satu unit reskrim.
Kepada Malang Post, Sutrisno sempat memberikan pernyataan bila proses penyidikan sudah tuntas, sudah seharusnya berkas dilimpahkan ke kejaksaan. Senada dengannya, Dr Sudirman Sidabukke SH, penasihat hukum Hardi memberikan apresiasi terhadap kecepatan penyidik Satreskrim Polres Malang Kota dalam menangani perkara ini. Namun dia berharap, pihak kejaksaan profesional, cermat dan teliti mempelajari perkara tersebut. “Kita tunggu saja jaksa mempelajari berkas,” katanya singkat. Terpisah, Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Saiful Bachri SH membenarkan tentang pelimpahan berkas itu.
“Kami memiliki waktu 14 hari untuk mempelajari berkas ini,” ungkap dia. Saiful juga mengaku menangani perkara dengan tersangka Hardi yang lainnya. Yaitu perkara pencurian dalam keluarga, yang saat ini sudah akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. “Sudah hampir selesai, saat ini masih tahap pembuatan dakwaan. Secepatnya perkara itu akan dilimpahkan,’’ tandasnya. Seperti diketahui, kasus pasangan suami istri ini berawal dari Valentina mengadukan Hardi ke Polres Malang Kota, dengan tuduhan memberikan keterangan palsu ke dalam Akta Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Hardlent Medika Husada No 17 tertanggal 17 Maret 2012. Akte itu dibuat di hadapan Notaris Eko Cahyono, SH.  Hardi Soetanto dan Lisa Megawati namanya tercantum sebagai pemegang saham dan Komisaris PT Hardlent Medika Husada, namun mereka tidak pernah menyetorkan modal ke dalam perusahaan tersebut. (ira/mar)