Pembunuh Bayaran Incar Sekdes

BATU - Peristiwa berdarah terjadi di halaman Balai Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Senin (22/10) pagi. Sekdes Nolhadi, jadi target operasi (TO) pembunuh bayaran. Dia menjadi korban percobaan pembunuhan dua pria tak dikenal. Walaupun nyawanya tertolong, namun korban mengalami luka cukup parah pada wajah dan tengkuknya, akibat disabet menggunakan pisau belati.
Kejadian tersebut berlangsung cepat, ketika Nolhadi baru turun dari mobilnya hendak masuk ke kantornya. Warga Dusun Gangsiran, Desa Tlekung inipun mengalami luka serius dan hingga sore kemarin masih menjalani perawatan intensif di RS Baptis Kota Batu, bahkan sampai dioperasi.
‘’Operasi memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam. Hingga saat ini (kemarin sore, Red.) saya sendiri belum boleh bertemu,’’ ujar Wiji Susilowati, istri korban ketika ditemui di depan Ruang Operasi RS Baptis, Senin sore.
Sebelum dioperasi, Wiji sempat melihat luka suaminya. Pada wajah Nolhadi, terdapat dua luka bekas sabetan senjata tajam sejenis pisau. Sedangkan satu lagi pada leher bagian belakang.
Diduga kuat, percobaan pembunuhan itu berlatar belakang dendam. Indikasi ini merujuk pada TKP. Tak satupun barang berharga milik Nolhadi yang dijarah pelaku. Selain itu, ada saksi mata yang menyebut melihat dua pria yang duduk-duduk di dekat jalan masuk Kantor Desa Tlekung dengan tetap mengenakan helm. Dugaan tersebut cukup kuat, karena Nolhadi sendiri selain Sekdes, juga dikenal sebagai perantara jual beli tanah.
Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, saat itu sekitar pukul 08.00, dua orang pria tampak duduk santai di pinggir jalan depan Balai Desa Tlekung. Salah satu pria membawa motor Yamaha Mio warna biru-merah. Disinyalir keduanya adalah pelaku yang sedang nyanggong Sekdes, karena sudah tahu jam kerjanya.
Rentang 30 menit, Nolhadi datang menggunakan mobil tanpa teman. Begitu turun dari mobil, salah satu pelaku langsung menghampiri pria setengah baya tersebut. Saat berhadap-hadapan, pelaku yang masih mengenakan helm langsung menyabetkan pisau dua kali ke arah muka Nolhadi.
Pria yang sudah bertahun-tahun menjadi Sekdes Tlekung ini, cepat berbalik untuk menyelematkan diri, namun pelaku masih sempat menyabetkan pisau sehingga mengenai tengkuk korban. Nolhadi berteriak minta tolong sembari berlari ke arah selatan balai desa. Dia terus berlari dan akhirnya masuk ke rumah Supiatin, penjual jamu desa tersebut.
Saat kejadian berlangsung, di kantor desa sudah ada dua perangkat yakni Nuryasin dan Mardi. Keduanya kaget mendengar teriak-teriak, dan langsung keluar. Namun pelaku sudah keburu melarikan diri menggunakan dua motor.
‘’Kami sulit mengenali pelaku, karena mereka memakai helm. Sebelumnya kami sempat melihat keduanya duduk di dekat jalan, dan kami kira warga yang mau mengurus surat-surat di balai desa,’’ tegas Nuryasin saat dimintai keterangan petugas kepolisian.
Kapolres Batu AKBP Sumartono juga menduga, bila kasus tersebut berpangkal dendam. ‘’Dugaan sementara, pelaku memiliki motif dendam, dengan menyewa pelaku. Namun demikian kami masih terus mengembangkan penyelidikan. Dan semua kemungkinan-kemungkinan, tetap kami dalami,’’ terang Kapolres. (feb/lyo)