Cek Cok, Istri Ditampar

TUREN– Jangan coba-coba memukul istri kalau tidak ingin bernasib sama seperti Puji Hermanto, warga Desa/Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini. Gara-gara menganiaya istrinya, Eva Kristianingsih, 20 tahun, bapak satu anak ini harus mendekam di balik terali besi Mapolres Malang. Pria 21 tahun ini, ditahan setelah dilaporkan istrinya. “Sebetulnya saya hanya menamparnya saja. Itu saya lakukan karena emosi. Namun kalau tahu akhirnya seperti ini saya menyesal sekali,” ungkap Puji Hermanto, kepada Malang Post. Menurut dia, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukannya tersebut, terjadi dua minggu lalu sekitar pukul 15.00. Penganiayaan itu terjadi di dalam rumah istrinya, di Jalan Tempenan, Desa Gedok Wetan, Turen.
Kejadiannya sendiri, bermula ketika sore itu Puji mau berangkat kerja menjaga konter HP di wilayah Turen. Sebelum berangkat kerja, dia meminta kepada istrinya untuk dibuatkan minuman teh terlebih dahulu. Tetapi, permintaan itu oleh Eva istrinya tidak dihiraukan. Malahan, Eva ngomel-ngomel hingga keduanya terlibat cek-cok mulut.
Disaat cek-cok mulut itulah, Puji yang terpancing emosinya langsung menampar wajah istrinya. Usai memukul, dia langsung berangkat kerja. Sementara Eva sendiri yang tidak terima dipukul, mengadu kepada orangtuanya. Selanjutnya, atas saran orangtuanya Eva melaporkan penganiayaan itu ke petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
“Saat kami bertengkar itu, sebenarnya saya sudah mengalah dan tidak menghiraukan omelan istri. Namun karena dia tetap saja terus ngomel, akhirnya saya spontan memukulnya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan itu, petugas lalu melakukan penyelidikan. Dan tersangka Puji Hermanto sendiri, ditangkap Senin malam di rumah istrinya ketika mau menemui istrinya untuk meminta maaf. “Sebelumnya saya sudah dipanggil dan diperiksa penyidik. Namun semalam saya ditangkap karena dituduh memecahkan jendela rumah istri saya,” tutur tersangka. (agp/mar)