Gantung Diri di Dapur

MALANG–Warga sekitar Jalan Locari Gang 22A, RT05 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, petang kemarin digegerkan oleh aksi nekat Ponari, warga setempat. Pria 62 tahun tersebut, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar warna biru di ruang dapur rumahnya.
Diperkirakan aksi nekat yang dilakukan korban ini, karena merasa malu dengan tetangganya. Itu setelah tersiar kabar kalau beberapa hari sebelumnya, korban kepergok berselingkuh dengan tetangga lain RT. Bahkan karena perselingkuhannya itu, korban sempat diarak oleh warga.
“Kabarnya memang dia beberapa hari lalu sempat ketahuan selingkuh dengan warga RT04. Dia (korban, red) saat itu juga diarak warga,” tutur beberapa warga sekitar, kepada Malang Post.
Peristiwa yang menggegerkan warga terjadi sekitar pukul 17.10. Korban nekat mengakhiri hidupnya ketika rumah dalam kondisi kosong. Saini, 57 tahun, istrinya sedang bekerja di sebuah Pabrik Karet tak jauh dari rumahnya. Dengan memanfaatkan situasi rumah yang kosong itulah, Ponari yang mengalami tekanan mental ini langsung nekat bunuh diri.
Aksi nekat korban diketahui setelah istrinya pulang kerja sekitar pukul 16.00. Saat itu, Saini tidak bisa masuk rumah lantaran pintu depan dan belakang rumahnya dikunci dari dalam. Saat dipanggil dan diketuk berulang kali, sama sekali tidak ada jawaban.
Karena curiga terjadi sesuatu pada suaminya, Saini lantas meminta pertolongan tetangganya untuk menggedor pintu belakang. Begitu pintu terbuka, Saini langsung kaget dan menangis histeris setelah melihat tubuh suaminya tergantung dan tak bernyawa.
Warga sekitar yang menganggap kematian korban tidak wajar, lantas melaporkannya ke petugas Polsekta Blimbing. Hasil dari olah TKP dan evakuasi, sama sekali tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan. “Jenazahnya tidak divisum ke rumah sakit, karena keluarga menerima kematian korban,” ungkap Hari, warga sekitar.(agp/jon)