Komplotan Pencuri Mobil Dibekuk

KEPANJEN–Tak butuh lama bagi petugas Polsek Kepanjen untuk mengungkap kasus pencurian mobil milik Achmad Ghusin, 31 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen. Hanya selang empat hari setelah mendapat laporan pencurian mobil Nissan Grand Livina Nopol DA 8319 L, petugas berhasil menangkap pelakunya. Tersangkanya adalah Teguh Perdana, 35 tahun.
Tersangka yang diketahui warga Desa/Kecamatan Wonosari ini, diringkus petugas di Jalan Martadinata, Kota Malang, sesaat setelah menjual mobilnya. Selain Teguh, polisi juga menangkap dua orang yang menjadi penadah mobil curian itu. Yaitu Uut Efendi, 37 tahun serta Muhidi, 48 tahun, warga Sidoarjo.
“Selain tersangka utama dan dua penadahnya, kami juga mengamankan barang bukti mobil curian yang sudah diganti nomor polisinya menjadi B 810 SSA,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Aksi pencurian yang dilakukan Teguh Perdana ini, terjadi Sabtu 20 Oktober lalu sekitar pukul 01.00. Pencurian tersebut dilakukan ketika korban yang merupakan mantan majikannya ini, sedang tidak ada di rumah.
Teguh masuk ke rumah korban dengan cara lewat pintu belakang. Setelah berhasil masuk, tersangka lalu mengendap-endap ke dalam kamar yang kemudian mengambil kunci kontak mobil serta dua buah HP. Begitu berhasil, tersangka lalu mengeluarkan mobil dari dalam garasi yang kemudian kabur. Untuk menghilangkan jejak, mobil tersebut langsung dibawa ke Sidoarjo.
“Ketika perjalanan ke Sidoarjo ini, mobil mogok di kawasan Purwodadi, Pasuruan,” ujar Suyoto. Karena takut keburu ketahuan, tersangka langsung menghubungi Uut Efendi untuk membetulkan mobil. Setelah dibetulkan mobil lalu dibawa ke rumah Muhidi dan dijual sebesar Rp 5 juta.
“Uang hasil penjualan mobil tersebut habis untuk foya-foya. Saya sendiri nekat mencuri karena sakit hati dengan Herianto, saudara Achmad Ghusin, yang memecat saya dari pekerjaan sebagai karyawan pabrik roti di Kalimantan,” tutur Teguh Perdana.
Terungkapnya aksi pencurian tersebut, menurut mantan Kabag Ops Polres Malang ini, berawal dari laporan korban ke petugas Polsek Kepanjen. Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, ditemukan keganjalan karena sama sekali tidak ada kerusakan.
Berdasarkan hasil olah TKP itu, petugas lalu meningkatkan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Diketahui kalau terakhir orang yang bertamu ke rumah korban adalah Teguh Perdana, dua hari sebelum kejadian. Berangkat dari kecurigaan itulah, petugas lalu memburu Teguh dan berhasil menangkapnya seusai menjual mobil curian.
Sementara itu, kedua penadah pencurian mobil Uut Efendi dan Muhidi, mengaku kalau mereka tidak tahu kalau mobil adalah mobil curian. “Kami tidak curiga kalau mobil itu curian, karena sebelum kami terima gadai dia mengatakan kalau STNK-nya tertinggal di rumah. Apalagi kami dengan teguh itu juga kenal, sehingga tidak curiga. Tidak tahunya ternyata mobil curian,’’ katanya.(agp)