Ngaku Dibacok, Berbelit Kepada Polisi

TUMPANG–Lukman, 32 tahun, warga Luk Guluk, Sumenep, siang kemarin harus dirujuk ke IRD RSSA Malang. Pria yang juga mengaku tinggal di Surabaya ini mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya. Menurut informasi, Lukman merupakan korban perampasan motor. Pelaku yang brutal mencacah tubuh Lukman menggunakan celurit, lantaran korban berusaha mempertahankan motor Honda Supra X.
Namun informasi tersebut cukup janggal, lantaran Lukman yang sudah fasih berbahasa Jawa ini kerap berbelit saat ditanya tentang identitas motor miliknya yang dibawa kabur pelaku.
“Saya tidak hafal pak, tadi saya naik motor dari Surabaya dan rencananya mau ke Tumpang, tapi di tengah jalan justru dihentikan pelaku,’’ kata Lukman yang kemarin dimintai keterangan anggota Polsek Tumpang.
Bukan hanya identitas motor saja Lukman berkelit. Saat petugas menanyakan tempat kejadian perkara, pria ini juga tidak bisa menjawab.  Kepada petugas, pria yang lengan kirinya nyaris putus akibat sabetan senjata tajam ini terus menggelengkan kepala.
“Saya tidak tahu pak, saya ini korban, jangan dipaksa menjawab pertanyaan,’’ kata Lukman lagi.
Terkait kondisi Lukman sendiri diketahui anggota Polsek Tumpang saat mendapat telepon dari Puskesmpas Tumpang. Saat itu pihak Puskesmas memberitahukan jika ada korban luka bacok di duga korban penganiayaan dirawat di Puskesmas tersebut, dan akan dirujuk ke RSSA Malang.
Informasi tersebut langsung ditindak lanjuti petugas. Saat itulah diketahui Lukman sedang tergeletak, dengan londisi tubuh mengalami luka bacok.
 “Menurut ceritanya, pagi itu Lukman terluka bacok, dia dibawa oleh tiga temannya ke salah satu bidan di Desa Kidal, namun karena lukanya sangat parah, bidan yang menangani merujuk korban ke Puskesmas,’’ kata salah satu petugas Polsek Tumpang yang kemarin tampak melakukan penjagaan di IRD RSSA Malang.
Tapi yang menjadi aneh, saat itu teman Lukman yang  dibonceng suami bidan tiba-tiba melompat dan kabur dari boncengan. “Katanya tadi dari bidan, Lukman diantar suami bidan yang merawat sebelumnya. Dan saat itu salah satu temannya juga mengantar. Hanya saja di tengah jalan temannya melompat dan hingga saat ini tidak diketahui dimana rimbangnya,’’ kata petugas yang meminta namanya tidak dikorankan tersebut.
Dari situlah kemudian petugas langsung melakukan penyisiran. Termasuk mendatangi rumah bidan di Desa Kidal. Tapi begitu, hingga berita ini diturunkan, petugas Polsek Tumpang juga belum mendapatkan titik terang terkait TKP perampasan motor itu terjadi.
“Kami sudah menyisir dan bernyata kepada beberapa warga, tapi tidak satupun yang mengetahui adanya kejadian perampasan. Tapi yang jelas, dia (Lukman) akan kami pantau terus, hingga kondisinya membaik, akan kami interograsi,’’ tandas petugas tersebut.(ira/jon)