Uang Disulap Jadi Kertas

MALANG– Apes dialami Gunawan, 31 tahun, warga Dusun Loh Pawon RT01 RW11, Desa Kebobang, Wonosari. Jumat (26/10) malam, dia menjadi korban penipuan modus gendam.  Pelaku yang mengaku bernama Munir membawa kabur uang nya Rp 50 juta dan menggantinya dengan tumpukan kertas warna biru. Kepada petugas Polres Malang Kota, Gunawan mengatakan jika dia hendak membeli sebidang tanah garapan di daerahnya. Saat itu uangnya kurang, sehingga timbul niatan untuk meminjam. Sayangnya, beberapa teman yang dia hubungi, tidak memiliki uang yang cukup. Hingga akhirnya Gunawan teringat kepada Khoirul, salah satu temannya yang tinggal Kota Malang.
Khoirul pun menanggapi baik keinginan temannya itu. Bahkan, saat itu Khoirul yang awalnya berbicara di telepon mengajak Gunawan bertemu. Namun, bukannya meminjamkan uang yang dimaksud, dia malah mengenalkan Gunawan dengan Munir, yang dikatakan bisa menggandakan uang dan membantu korban untuk mendapat uang.  Hubungan dengan Khoirul pun terputus seiring Gunawan mengenal Munir. Itu karena Munir selalu mengatakan jika dirinya siap membantu Gunawan mendapatkan uang banyak. Hingga akhirnya Jumat malam lalu. Gunawan yang sedang jalan-jalan dengan istrinya di Kota Malang, mendadak mendapat telepon dari Munir yang mengatakan sudah membawa uang sesuai permintaan Gunawan.
Gunawan yang sangat berharap akan uang tersebut, mengajak Munir untuk bertemu. Munir pun juga tidak keberatan. Bahkan dia menyebut kantor BCA Jalan Panglima Sudirman sebagai tempat bertemu. Saat itu Munir juga mengatakan agar Gunawan membawa uang milinya Rp 50 juta untuk ditukarkan  dengan uang yang dibawa Munir.
Sekitar pukul 20,00, Gunawan pun bertemu dengan Munir di depan BCA Jalan Panglima Sudirman. Saat bertemu keduanya tidak banyak berbasa-basi. Sebaliknya, keduanya pun langsung bertukar uang. Munir yang membawa tas plastik warna hitam yang diakuinya berisi uang langsung menyerahkan kepada Gunawan. Namun begitu, pelaku berpesan agar tidak membuka bungkusan plastik tersebut sebelum sampai di rumah. Karena percaya, Gunawan pun menurut. Saat itu bersama istrinya, Gunawan pun kembali berjalan-jalan di Kota Malang.
“Namun, korban yang curiga kemudian membuka tas plastik itu. Ternyata hanya berisi kertas warna biru,” terang salah satu petugas.