Tempuh Jalur Hukum

MALANG- Manajemen Red Production memastikan segera menempuh jalur hukum terhadap pembatalan pentas “Wayangan Lakon Avengeran” di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (27/10) malam. Pasalnya penyelenggara even tersebut menanggung kerugian atas pembatalan acara tersebut.  “Kerugian secara material sangat banyak. Tapi tidak etis saya menyebut nominalnya. Lawyer saya yang akan menghitung kerugiannya. Saya  saat ini tidak bisa berkomentar dulu,” kata Pimpinan Red Production, Andhika Timor Pratama saat dihubungi semalam.  Andhika, sapaannya memastikan pihaknya bakal menggugat sejumlah pihak  yang berkaitan dengan pembatalan acara tersebut. Namun demikian, dia enggan menyebut siapa saja yang akan digugat di jalur hukum.  
Salah satu kerugian yang terlihat yakni biaya sewa gedung Graha Cakrawala meskipun acara batal digelar. Menurut  Manager Graha Cakrawala, Agus Sunandar, biaya sewa sebesar Rp 50 juta itu sudah dibayar panitia meski gagal main. Seperti diketahui, acara “Wayangan Lakon Avengeran” rencananya  menghadirkan sejumlah artis yang biasa tampil di acara Opera Van Java (OVJ) Trans 7. Namun diduga adanya ketidaksesuaian  komitmen jelang penyelenggaraan acara, even tersebut akhirnya dibatalkan di menit-menit terakhir.  Andhika menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pentas “Wayangan Lakon Avengeran” batal digelar karena mencantumkan tulisan OVJ di papan petunjuk yang terpasang di Hotel Aria Gajayana. “Tapi itu bukan dari pihak kami yang menulis. Itu bukan dari pihak kami. Itu dari pihak ketiga,” tegas dia tanpa menyebut nama pihak ketiga yang dimaksudnya.  Namun demikian, Andhika memastikan pihaknya mengembalikan uang tiket yang sudah dibeli penonton. Bahkan, pengembalian tiket itu, sudah dilakukan malam itu juga. “Pengembalian tiket sudah. Saya tidak tahu jumlahnya berapa karena belum dapat laporan,” jelas Andhika sembari mengatakan tidak mengetahui jumlah tiket secara persis karena ada hal lain yang juga diurusinya.  
Sementara itu, papan pengumuman bertuliskan OVJ pada pers conference di Panderman Coffee Shop Hotel Aria Gajayana yang membuat para artis Avengeran Versus Pandawa ”purik” diduga dibuat oleh manajemen hotel sendiri. Pihak Trans7 pun sudah mengharamkan tulisan OVJ ini ditunjukkan dalam bentuk apapun di acara Avengeran Versus Pandawa.  Sayangnya, Sales Manager Hotel Aria Gajayana, Inggrid Hapsari tidak bisa dikonfirmasi soal bagaimana tulisan itu bisa muncul di pengumuman yang tertera di hotelnya. Dikirimi pesan singkat maupun ditelepon berkali-kali, mantan karyawan Hotel Taman Regent ini tidak membalas.

Kru ‘Disandera’
Pembatalan pentas “Wayangan Lakon Avengeran” ini juga membuat tim atau kru produksi OVJ
tertahan di Hotel Aria. Salah satu sumber Malang Post menyebutkan, tertahannya para kru ini, setelah datang  delapan orang yang mengaku petugas keamanan event organizer acara tersebut.
Menurut sumber itu, para kru OVJ berniat pulang namun oleh pihak keamanan event organizer ini dihalang-halangi. “Kalau jumlahnya berapa orang saya tidak paham, tapi yang jelas salah satu dari yang dihalang-halangi adalah Bremoro,. produser OVJ Trans7,’’ kata sumber tersebut.
Namun ‘penyanderaan’ itu tidak berlangsung lama seiring dengan datangnya anggota dari Polres Malang Kota.  “Sekarang sudah beres, tadi malam setelah ada anggota Polres Malang Kota, para kru langsung bergeser menuju Surabaya,” tandas sumber tersebut.
Aksi penyanderaan ini, dibenarkan Kasat IPP Polres Malang Kota, AKP Imam Solikin. Dia menjelaskan, ada delapan orang yang menghalang-halangi kru OVJ Trans7 saat mereka hendak pulang. “Saya sendiri tadi malam yang datang ke hotel tempat para kru tersebut dihalang-halangi. Keduanya kemudian kami beri pengertian, dan jika tetap ngotot untuk mempermasalahkan, saya pun menyarankan agar keduanya mengadu ke Polres Malang Kota,” katanya. (van/fin/oci/ira/mar)