Belasan Siswi SMA Tertipu

AMPELGADING– Sekitar 15 siswi SMA Mahaputra di Jalan Bali Desa Tirtomarto, Ampelgading, menjadi korban penipuan. 16 HP, tiga unit laptop serta satu sepeda motor Honda Beat dibawa penipu. Pelaku membawa kabur barang-barang berharga itu, ketika para siswa diminta jalan kaki sejauh 2 kilometer. “Tidak hanya HP, laptop dan sepeda motor yang dibawa kabur. Ada salah satu tas milik siswi yang didalamnya ada ATM berisi uang Rp 13 juta,” ungkap Sekretaris Desa Tirtomarto. Bambang Pitono,
Menurut dia, aksi penipuan yang dialami 15 siswi SMA Mahaputra tersebut, terjadi Sabtu (27/10) pagi lalu sekitar pukul 08.00. Penipuan itu bermula dari pelaku yang mengaku bernama Alim dan berusia sekitar 30 tahun ini datang ke SMA Mahaputra. Pelaku datang Senin (22/10) dengan membawa proposal pengajuan diri sebagai pelatih drum band di sekolah tersebut.
“Pengajuan itu disambut baik oleh Kepala SMA Mahaputra, Hariyani,” ujarnya. Selang tiga hari kemudian, pada Jumat (26/10) pagi pelaku yang berbadan kurus, lembek dan memiliki tato bergambar pisau di lengannya ini, datang lagi ke sekolah.
Dia kemudian mengumpulkan 15 siswi untuk dibentuk grup dance. Setelah terkumpul, 15 siswi tersebut kemudian diberitahu kalau grup dance nantinya akan diikutkan kompetisi. Dimana jika kompetisi itu nantinya menang, dikatakan pelaku kalau setiap siswa akan mendapat uang Rp 1,6 juta.  Namun syaratnya, siswa harus hadir latihan fisik pada keesokan harinya di sekolah tanpa memberitahu guru. Siswi juga diminta membawa HP, laptop atau sepeda motor jika ingin mendapatkan hadiah itu.
Diduga tergiur dengan hadiah uang tersebut, siswi yang ditunjuk langsung berkumpul di sekolah. Semua barang berharga HP, laptop dan sepeda motor diminta ditaruh menjadi satu di dalam tas. Setelah itu, seluruh siswi diminta jalan kaki sejauh 2 kilometer. Saat siswi menuruti perintahnya inilah, pelaku lalu membawa kabur barang-barang tersebut dengan naik sepeda motor Honda Beat. Para siswi ini baru merasa tertipu setelah kembali ke sekolah mendapati pelaku sudah tidak ada.  Kepala SMA Mahaputra, Hariyani dikonfirmasi hal itu membenarkan adanya kejadian itu. Namun pihak sekolah mengatakan kalau permasalahan akan diselesaikan dengan pihak wali murid. (agp/mar)