Jaringan Narkoba Ganja Dilibas

MALANG– Upaya anggota Satreskoba Polres Malang Kota untuk membabat habis jaringan narkoba betul-betul dibuktikan. Minggu (28/10) malam, dua orang yang diduga kuat terlibat peredaran narkoba di wilayah Kota Malang dibekuk. Yakni Potro, 45 tahun, warga Jalan Tlogojoyo Gg II Malang dan Misri, 30 tahun, warga Jalan Mertojoyo Blok N Malang. Dari tangan mereka, polisi mengamankan uang Rp 400.000, satu sepatu kets putih, satu linting ganja dan tas kecil warna hitam.   Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan mengatakan, tertangkapnya kedua orang ini berkat keterangan Rizky Ramadani, 25 tahun, warga Jalan MT Hariyono Gg 12 Malang yang ditangkap petugas pertengahan Oktober lalu.
Kepada polisi, Rizky mengaku dirinya membeli ganja tersebut melalui perantara Potro. Dari keterangan itulah kemudian petugas melakukan penyelidikan. Keberadaan Potro terus dipantau. “Nama Potro baru didapat anggota Jumat lalu. Nama itu disebut Rizki setelah petugas terus mendesaknya, untuk menyebut jaringan pelaku peredaran narkoba,” terang Dwiko, sapaannya.
Upaya pencarian membuahkan hasil, Potro yang tidak memiliki penkerjaan tetap berhasil ditangkap di rumahnya. Berbeda dengan Rizky yang terus berbelit, Potro justru langsung mengaku saat petugas mengorek keterangan asal muasal ganja seberat 500 gram tersebut.
Ganja tersebut dibeli dari Misri, temannya. Saat itu juga petugas langsung memburu Misri, dan menangkap pria yang kesehariannya menjadi buru angkut air kemasan galon ini di rumahnya. “Di rumah tersangka Misri kami langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, kami mengamankan satu linting ganja  yang diletakkan tersangka di dalam sepatu cats miliknya. Itu sebabnya, kami juga mengamankan sepatu sebagai barang bukti,” urainya. Petugas juga mengamankan barang bukti satu tas berisi uang Rp 400.000, yang diduga kuat sebagai uang hasil penjualan ganja.
Namun begitu, Misri sendiri tidak terbuka. Saat petugas berusaha mengembangkan dengan menanyakan penyuplai ganjanya, pria ini justru mengatakan dirinya mendapat ganja tersebut dari seorang teman yang tak dikenal dan melakukan transaksi di areal stasiun Lawang. “Potro dikenakan pasal 111 ayat 1 UU No 35 tahun 2009,dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sedangkan Misri dikenakan pasal 114 ayat 2 sub Pasal 111 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tandasnya. (ira/mar)