Lamar Anak Pak Haji, Disergap Polisi

Gerombolan Curanmor Batu-Ngantang Digulung

BUMIAJI – Komplotan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) asal Ngantang, berhasil digulung tim buser Polres Batu, dalam kurun sepekan ini. Para tersangka, ternyata sudah berulang kali melakukan kejahatan di wilayah kota ini, termasuk daerah lain.
Para tersangka itu, Toristiono alias Soni, 18 tahun. Nanang alias Sumantri atau Reges, 23 tahun, warga Dusun Binangsri RT5RW3 Desa/Kecamatan Ngantang, Ahmad Nurhabib 16 tahun, warga Dusun Tokol Desa Purworejo Ngantang. Nur Iksan, 16 tahun, warga Binangsri dan Supangat, 27 tahun, warga Dusun Tepus Desa/Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.
Tersangka lain, Anggi dan Ngadi, 25 tahun warga Jalan Wukir Kelurahan Temas Kota Batu. ‘’Mereka ada tiga komplotan curanmor yang kami tangkap. Semuanya berhasil disergap, dan dikuatkan dengan barang bukti,’’ ungkap AKP Yantofan, Kasubag Humas Polres Batu kepada Malang Post, kemarin.  
Kali pertama ditangkap, tersangka Toris disergap di Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Saat itu, dia mengendarai motor bersama Nurhabib mengalami kecelakaan. Ketika polisi memberi pertolongan, ternyata di saku jaket tersangka ditemukan kunci T. Apalagi kendraan yang dikendarai, tidak dilengkapi surat-surat yang makin membuat polisi curiga.
‘’Setelah diperiksa secara intensif, dia mengaku baru mencuri motor di Jalan Ie Soekarno Desa Mojorejo,’’ tegasnya.
Pemeriksaan pun dilanjutkan, dan Toris kembali ngaku sudah berulang kali mencuri di wilayah kota ini. Sasarannya, para petani yang sengaja meninggalkan motor di sawah untuk bekerja. Toris biasa melakukan pencurian, menggunakan kunci T bersama Ahmad Nurhabib, Nur Iksan dan Supangat.
Sedangkan kelompok lainnya, kata dia, adalah Sumantri alias Nanang atau Reges. Dia ditangkap saat bertandang ke rumah seorang haji di Dusun Lajar Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji karena hendak melamar perempuan di sana. Dia ditangkap warga, karena curiga sedang membawa kunci T di saku jaketnya.
‘’Reges bukan orang baru dalam dunia curanmor. Ada warga yang mengetahui jika dia memiliki sifat jelek, dan mereka menangkapknya. Kami langsung melakukan pemeriksaan, karena mengetahui jika Reges merupakan residivis dan sudah tiga kali masuk penjara,’’ ungkap Yantofan.
Sampai saat ini, polisi masih mengembangkan dengan mengejar delapan orang DPO lain diantaranya sebagai penadah. Yantofan juga menyebut, bahwa DPO itu bernama Hadi, Agus, Nanang, Tain, Sus, Tik dan Angga yang semuanya warga Ngantang dan Batu.
Dia mengimbau, masyarakat yang pernah kehilangan motor kisaran tahun  2011-2012 bisa datang ke Mapolres Batu. Hal itu dilakukan, untuk memastikan apakah barang yang sudah diamankan polisi itu ada yang milik mereka.
" Kami mempersilahkan, warga yang merasa pernah kehilangan hanya membawa identitas resmi, surat laporan juga surat bukti kepemilikan sepeda motor (STNK/BPKB). Itu karena beberapa motor yang sudah diamankan, belum diketahui TKP pencuriannya," jelasnya.    
Beberapa motor yang diamankan itu antara lain Honda Beat, Revo, Suzuki Shogun, Honda Supra Fit, Yamaha Vega dan Vision. (feb/lyo)