Mahasiswa UB Hilang di Semeru

MALANG- Kabar duka menyelimuti Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (UB). Seorang mahasiswanya, Viras Awaludin Iqbal, 19 tahun dilaporkan hilang di Gunung Semeru sejak Senin (29/10) pagi. Mahasiswa semester 3 ini diperkirakan hilang dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Semeru sebelum batas vegetasi, atau di daerah abtara puncak Cemoro Tunggal. Hingga semalam, pemuda asal Dusun Demang Jaya RT04 RW01, Desa Krebet Senggrong, Bululawang masih dalam pencarian. Informasi yang dihimpun, dia berangkat bersama 19 temannya dari Malang, Sabtu (27/10) lalu. Selama pendakian, rombongan Iqbal ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama menuju puncak Semeru berjumlah tujuh orang. Sedangkan anggota yang lain segera turun. Dari tujuh orang yang berangkat ke puncak, terpisah lagi menjadi dua kelompok. Empat orang mendahului, sedangkan tiga orang masih beristirahat, termasuk Iqbal. Setelah beristirahat mereka melanjutkan perjalanan. Iqbal yang berada di posisi terdepan justru belum kembali hingga pukul 08.00.
Menurut Toni Artaka, seorang petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pencarian terhadap Iqbal, sapaan korban, masih dilakukan pihak TNBTS dan warga sekitar.
Setelah 2 x 24 jam, kata dia, sesuai standar operasi, pencarian baru akan melibatkan anggota SAR. ”Pencarian masih kita lanjutkan. Namun tadi (semalam) dihentikan dan akan dilanjutkan besok (hari ini),” tuturnya. Toni, panggilan akrabnya, hingga semalam masih berada di Pos Ranu Pane.  Penyisiran dilakukan di beberapa tempat yang dicurigai. Diantaranya Ranu Pane, Arcopodo, Kalimati dan Sumber Mani. ”Sesuai data yang ada di pos Ranu Pane, jumlah pendaki 20 orang melewati rute Ranu Gembolo, Kalimati, Arcopodo dan puncak Mahameru. Satu orang dinyatakan lost contact sejak di areal puncak Cemoro Tunggal. Ada kemungkinan dia tersesat,” papar dia.
Sementara itu, kabar yang didapat Malang Post, sejak kemarin sore, beberapa anggota SAR Mahameru sudah bersiap untuk melakukan pencarian.  Mereka berangkat dari kantor TNBTS di Jalan Raden Intan Malang, langsung menuju Kalimati dan bergabung dengan para pencari di sana. Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) UB mengatakan bila pemuda yang lahir 13 Mei 1993 itu tidak tercatat dan tidak bergabung dalam organisasi pecinta alam ini. “Bukan anggota kami, karena kalau anggota kami pasti punya datanya. Saat ini kami tidak ada kegiatan ke luar, hanya persiapan untuk Diklat anggota baru saja,” ujar Apkori, Humas Impala UB.
Sementara itu, kabar hilangnya Iqbal diterima keluarganya semalam dari Malang Post. Mereka cukup kaget lantaran baru tahu kalau anak sulung dari dua bersaudara itu hilang. Orang tuanya, Eko Harianto dan Maria Ulfa langsung kalut. ”Sabtu itu, dia baru pulang dari Taman Safari. Setelah itu langsung berangkat ke Semeru. Belum ada kontak sampai sekarang (semalam),” tutur Eko. Menurut dia, selain memiliki hobi sepak bola, pemuda yang lulus SMA Laboratorium UM tahun 2010 tersebut memang suka naik gunung. ”Kami tidak memiliki firasat apa-apa. Semoga saja dia bisa segera ditemukan,” pungkas dia. (ira/nin/big/mar)