Dipanggil, Mantan Ketua DPRD Mangkir Lagi

Kasus Dugaan Penipuan Mobil Rental
KEPANJEN – Upaya penyidik Reskrim Polres Malang, untuk segera menyelesaikan kasus penggelapan mobil yang dilakukan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang, H.M. Suhadi SE, M.AP, kembali tertunda. Pasalnya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang tersebut, kemarin kembali mangkir dari panggilan kedua penyidik.
Sebelumnya pada panggilan pertama 23 Oktober lalu, Suhadi tidak hadir dengan alasan kuasa hukumnya yakni Andi Wirasandi, SH Mhum, tidak bisa mendampingi. Rabu kemarin, Suhadi tidak hadir karena alasan sedang klarifikasi ke KPU Kabupaten Malang serta ada dialog Kebangsaan.
Ketidakhadiran Suhadi memenuhi panggilan penyidik tersebut, diberitahukan lewat surat dengan ditandatangani oleh Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko. Namun demikian, dalam surat tersebut Suhadi meminta agar pemeriksaan ditunda hari ini.
“Hari ini memang tidak dia tidak bisa hadir dengan alasan ada kegiatan. Tetapi dia mengatakan besok (hari ini) dia akan hadir pukul 11.00 untuk diperiksa,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Bagaimana jika besok (hari ini) Suhadi tidak datang juga ? Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini menegaskan bahwa langkah yang akan diambil yakni akan menjemput Suhadi dengan menyerahkan surat perintah membawa.
Sekadar diketahui, Suhadi dilaporkan ke Polres Malang oleh beberapa orang dengan tuduhan penipuan. Kali pertama yang melaporkan adalah Suratman,warga Kedungkandang yang merupakan dosen di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang. Dan Toni Krispian Yuniarto, warga Pasuruan yang memiliki usaha rental mobi, pada pertengahan Mei 2012 lalu.
Suratman melaporkan bahwa mobil miliknya Daihatsu Xenia N 1666 AN dipinjam Suhadi untuk kegiatan kampanye selama pilkada pada 2010 lalu. Namun, mobil tersebut malah digadaikan kepada orang bernama Alex Suwito. Sedangkan Toni Krispian Yuniarto mengaku, mobilnya Daihatsu Xenia N 524 VH disewa pelaku, namun pembayarannya menunggak dan mobilnya tidak kunjung dikembalikan.
Setelah Suratman dan Toni Krispian Yuniarto, kemudian pada pertengahan Juni 2012 menyusul tiga orang yang juga menjadi korban politisi PDI-P itu melapor ke Polres Malang. Mereka yakni pemilik Lorent Tour and Travel, Suprianto warga Jalan Candi Panggung Indah II Malang, pemilik Rental 35 Surabaya, Muklis warga Kebonagung Pasuruan dan pemilik Merdeka Rental,  Muhammad Komar warga Jalan Danau Bratan Timur I / C3 Sawojajar, Malang. Dalam laporannya, ketiganya sama-sama tertipu sejumlah uang sewa mobil.(agp/eno)