Lab SMAN 1 Singosari Dibobol Maling

37 Unit Komputer Raib
SINGOSARI – Laboratorium  komputer SMAN 1 Singosari di Jalan Ki Hajar Dewantoro 1 Desa Banjararum Singosari dinihari kemarin  menjadi sasaran pencurian. Tidak main-main, pelaku yang diduga lebih sari satu orang ini menguras habis 37 unit komputer yang ada di lab tersebut.  
Untuk mengetahui jejak pelaku di tempat kejadian perkara (TKP), petugas dari Polsek Singosari juga menurunkan satu anjing pelacak dari unit  K-9 Detasemen B Brimob Ampeldento, Pakis. Dalam pencariannya, anjing pelacak Jinggo yang dibawa oleh petugas unit K-9 ini berhasil menemukan puluhan casing CPU serta lakban di ladang belakang areal sekolah atau berjarak sekitar 50 meter dari TKP. Diduga pelaku hanya mengambil komponennya saja seperti motherboard, hardisk dan lain-lain.
Sedangkan lakban warna hitam ditemukan di ladang sebelah kanan areal sekolah. Lakban tersebut diduga merupakan milik pelaku yang dibuang, sesaat setelah beraksi. Langkah Jinggo sendiri kemarin baru berhenti di pos pengamanan yang ada di pintu masuk gerbang sekolah. Jinggo yang tadinya cukup atraktif mengendus jejak pelaku justru duduk dan berdiam diri di dalam pos pengamanan.
“Untuk bok CPU serta lakban, saat ini kami amankan sebagai barang bukti,’’ kata Kapolsek Singosari AKP Arif Eko Prasetyo yang kemarin langsung memimpin olah TKP.
Selain mengamankan barang bukti casing CPU serta lakban, petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga berita ini diturunkan tadi malam, petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap Suin 50 tahun, warga Banjararum, selaku petugas keamanan yang malam itu piket. “Suin maih kami periksa sebagai saksi, namun begitu jika ada hal yang dapat membuktikan dia terlibat dalam kasus ini statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka,’’ kata Arif yang kemarin juga sempat meminta keterangan Muin secara intensif saat pihaknya melakukan olah TKP.
Pencurian terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan keterangan Suin yang bertugas malam itu, sebelumnya melihat orang mondar-mandir di depan gerbang sekolah. Tapi karena tidak kenal Suin sama sekali tidak menegurnya.
Hingga 30 menit kemudian, Suin yang berjaga di Pos Satpam di pintu masuk lab melakukan patrol, dan tidak melihat apapun. “Pak Suin sebetulnya tidak berjaga sendirian, tapi ditemani oleh Mistam. Hanya saja, sejak siang sekitar pukul 13.00 Mistam pamit pulang, karena badannya tidak sehat. “Pak Mistam pamit pulang untuk instirahat. Sehingga malam itu hanya pak Suin saja yang tinggal untuk melakukan pengamanan,’’ kata Kasiyanto salah satu satpam SMAN 1 Singosari kemarin.
Berjaga sendiri, Suin lebih banyak di ruang kerjanya. Bahkan, sesaat setelah dirinya melakukan patroli kemarin, Suin langsung kembali ke pos satpam selanjutnya tidur. Suin sendiri baru bangun sekitar pukul 05.30. Selanjutnya sekitar pukul 07.00 Suin pulang karena tugasnya diganti oleh Kasianto.
Pencurian itu pertama diketahui oleh Wahyu, staf  TU sekolah tersebut. Saat itu Wahyu yang baru datang ke sekolah curiga melihat pintu ruang lab di sekolahnya sedikit terbuka. Wahyu pun kaget saat dia mendekati ruangan tersebut dan melihat seluruh komputer yang ada dalam ruangan sudah tidak ada.
“Pak Wahyu langsung memanggil saya yang saat itu sedangkan mengatur parkir motor dan mobil milik siswa. Dan saya juga kaget saat melihat kondisi ruangan lab sudah bersih, dan tidak ada satupun komputer yang tersisa,’’ kata Kasiyanto yang pagi itu langsung menghubungi  Drs Sulaiman Mpd, Kepala SMAN I Singosari.
Seketika itu juga,  Sulaiman pun datang untuk kemudian melakukan pengecekan. “Yang hilang ada 37 paket komputer, 36 dipakai untuk siswa dan satu dipakai pembimbing. Pencurian ini juga langsung kami laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang,” kata Sulaiman yang mengaku menjadi Kepala Sekolah baru lima bulan terakhir.
Mendapat laporan tersebut, Sulaiman pun melanjutkan laporannya ke Polsek Singosari.  “Komputer yang hilang itu merupakan swadaya dari komite sekolah, dan dibeli secara mengangsur selama 3.5 tahun. Saat ini baru berjalan 1.5 tahun,’’ kata Sulaiman sembari mengatakan setiap angsuran pihaknya membayar Rp 2.5 Juta.(ira/eno)