Dua Ranjau Teror Kabupaten

PAKISAJI – Ancaman teror bom terus menghantui warga. Kemarin pagi, warga di perbatasan Kota dan Kabupaten Malang, diguncang dengan penemuan dua buah ranjau yang masih aktif. Ranjau anti personil tersebut ditemukan di dalam rumah kosong di Jalan Raya Kebonagung 2, RT22 RW04, Pakisaji.
Serma Darmaji, 45 tahun, anggota Puslatker TNI AL di Desa Bedali Lawang, yang kali pertama menemukannya. Ranjau dengan nomor seri 5451370 - 2.164 E dan 5451370 – 0.353 E tersebut, ditemukan terbungkus tas kresek hitam dalam kardus di dalam kamar. Selain ranjau berwarna hijau, juga ditemukan dua buah helm baja.
Belum diketahui jelas milik siapa ranjau tersebut. Petugas gabungan Polsek Pakisaji, Polres Malang, Tim Jihandak Brimob Ampeldento Pakis dan POM TNI AL yang kemarin turun ke TKP, masih melakukan penyelidikan. Demi alasan keselamatan, usai dievakuasi, dua ranjau itu dibawa ke Polres Malang yang selanjutnya dibawa ke Markas Jihandak Brimob Ampeldento Pakis.
‘’Milik siapa ranjau itu kami masih belum tahu. Kami masih melakukan penyelidikan,’’ ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari, sembari mengatakan, dua buah ranjau itu langsung dibawa ke Mapolres Malang.
Serma Darmaji sendiri, menemukan dua bom itu sekitar pukul 09.00 kemarin. Ketika dia akan membersihkan rumah kosong itu. Rencananya rumah itu akan dikontrak untuk durasi dua tahun. Terhitung mulai kemarin.
‘’Rumah ini sedianya akan saya jadikan bengkel mobil,’’ ujar Darmaji. Ketika sedang bersih-bersih inilah, Darmaji kaget ketika melihat ada kardus di dalam kamar. Saat dibuka, di dalam kardur ternyata ada dua buah ranjau yang terbungkus tas kresek hitam.
Karena dianggap barang berbahaya dan mudah meledak, Darmaji lantas menghubungi ketua RT dan RW setempat. Selanjutnya penemuan itu dilaporkan ke petugas Polsek Pakisaji. Petugas harus menunggu tim Jihandak untuk mengevakuasi ranjau tersebut.
‘’Ranjau yang ditemukan, bukan ranjau darat. Tapi ranjau yang dipasang diperairan laut. Kondisinya masih baru dan masih aktif. Daya ledak ranjau itu sangat besar. Jika dipasang di laut, lalu ditabrak perahu maka kapal perahu itu akan langsung hancur,’’ jelas Kabag Ops Polres Malang, Kompol Imam Rofik, yang juga dibenarkan Kapolsek Pagelaran AKP Karmidi, yang merupakan mantan anggota Jihandak Brimob Ampeldento Pakis.
Terpisah, Kaloka, Ketua RW04 yang ditemui di lokasi mengatakan, rumah yang disewa Darmaji itu, adalah rumah sengketa antar saudara. Rumah tersebut sebelumnya milik Yusuf, yang sekarang ini tinggal di New Zealand. Namun pada awal 2012 lalu, rumah itu dijual kepada temannya Yatmoko, yang juga tinggal di New Zealand.
Oleh Yatmoko, rumah tersebut disewakan kepada Darmaji, Oktober lalu. ‘’Selain disewakan selama dua tahun, Darmaji juga diberi surat kuasa olah Yatmoko untuk menjaga barang tak bergerak yang ada di dalam rumah,’’ kata Kaloka.
Kenapa disebut sengketa? Menurut Kaloka, dua saudara Yusuf yang keturunan India, yakni Yunus dan Abdul Razak, yang selama ini menjaga rumah tersebut, mengaku kalau rumah itu adalah rumah warisan. Penjualan rumah itu sendiri, menurut mereka, tidak sah karena dijual secara sepihak. Namun Yunus dan Abdul Razak, tidak bisa berbuat banyak saat tahu rumah sudah dijual dan telah dikontrakan.
‘’Tapi apakah ranjau itu milik Yunus atau Abdul Razak, saya tidak tahu. Sebab Yunus yang tadi (kemarin, Red.) sempat ditelpon Darmaji, untuk ditanya asal-usul ranjau itu, tiba-tiba menghilang. Dia beralasan ke rumah kakaknya untuk menanyakannya, tapi tidak kembali. Kami tidak tahu dimana mereka tinggal. Bahkan aktifitas di dalam rumah itu, juga tidak diketahui warga sekitar,’’ jelas Kaloka. (agp/avi)