Dukun Curi Keris

KEDUNGKANDANG– Muksin, 58 tahun, warga Dusun Wangkal Lor RT20 RW04, Desa Argosuko, Poncokusumo, sejak Rabu (31/10) malam lalu harus mendekam di sel tahanan Polsekta Kedungkandang. Pria yang berprofesi sebagai dukun ini ditangkap, dengan tuduhan mencuri keris Nogorojo milik Yusmiarso, 50 tahun, warga Jalan Danau Tondano Barat I Blok A3A Sawojajar Malang.  Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono menjelaskan pencurian itu terjadi sekitar pukul 20.00. Saat itu Muksin datang ke rumah korban dengan tujuan melakukan pengobatan kepada Rendi keponakan korban yang sedang sakit. Namun begitu, sebelum ritual pengobatan dilakukan, Muksin lebih dulu duduk di ruang tamu. Dan saat itulah Muksin melihat keris milik korban di etalase. Seketika itu juga Muksin berniat mencuri.
“Ke situ ada di etalase sejak satu bulan lalu, dibawa oleh Yusmiarso yang baru pindah dari Jawa Barat,’’ kata Sutiono.  Dengan sangat hati-hati, Muksin mendekati keris pusaka tersebut. Begitu kondisi betul-betul aman, Muksin langsung mengambil keris dan membawanya kabur.
Sementara Yusmiarso yang malam itu sudah tertidur di kamarnya mendadak terbangun, sesaat setelah keris miliknya dibawa kabur oleh Muksin. Perasaan Yusmiarso sangat tidak enak saat itu, sehingga dia pun keluar dari kamar untuk mengecek kerisnya.  Yusmiarso sendiri kaget begitu melihat barang pusaka miliknya itu hilang. Dan seketika, meminta Rendi mencari  Muksin yang diduga sebagai pelaku yang mencuri keris tersebut.
Rendi yang merasa bertanggung jawab dengan hilangnya keris tersebit seketika mencari  Muksin ke Tumpang. Upaya pencarian membuahkan hasil. Saat itu Rendi menemukan Muksin di salah satu masjid. Tapi begitu Muksin yang diketahui hendak salat seketika tidak mengaku dituduh mencuri keris. Namun elakan tersebut tidak berguna seiring dengan terlihatnya gagang keris tersebut dari balik baju tersangka. Oleh Rendi, Muksin pun dibawa ke Polsek Tumpang untuk diamankan, selanjutnya diantar menuju Polsekta Kedungkandang. (ira/mar)