Suhadi Tersenyum Usai Diperiksa Polisi

KEPANJEN– Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, H.M. Suhadi SE, M.AP, akhirnya memenuhi janji menghadiri panggilan penyidik Reskrim Polres Malang. Kemarin mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang ini, menjalani pemeriksaan penyidik terkait kasus penggelapan mobil yang dilakukannya. Politisi PDIP ini, datang sesuai janjinya dengan didampingi tiga orang pengacaranya dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPD PDI-P Jawa Timur. Yakni Wachid Nurrohman, Jeremiah serta Agus Heppy. Mereka datang di ruang penyidikan Reskrim Polres Malang sekitar pukul 09.00. Selanjutnya mulai menjalani pemeriksaan di ruang Gakkumdu Reskrim Polres Malang pukul 11.00.
Namun usai menjalani pemeriksaan selama tiga jam lebih, Suhadi yang dilaporkan penipuan oleh beberapa orang dimana salah satunya adalah dosen di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang, yakni Suratman,  tidak langsung dilakukan penahanan. Alasannya, dalam pemeriksaan kemarin status warga Desa Ngadilangkung – Kepanjen tersebut, masih sekedar saksi. “Untuk sementara status Suhadi masih saksi. Untuk meningkatkan statusnya menjadi tersangka, kami masih akan menggelar hasil pemeriksaannya. Jika memang dari hasil gelar perkara nantinya status Suhadi bisa dinaikkan menjadi tersangka, maka akan kami periksa ulang sebagai tersangka,” ungkap Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang, Ipda Sutiyo, SH, Mhum.
Menurutnya, dalam pemeriksaan kemarin, Suhadi dicerca 18 pertanyaan. Inti dari pertanyaan sendiri, terkait dengan tuduhan penggelapan mobil yang dilakukannya.
“Pokoknya inti pertanyaan tentang laporan penggelapan mobil itu sendiri. Kalau dalam statementnya yang bersangkutan mengelak, itu haknya,” ujar Sutiyo. Sementara itu, Wachid Nurrohman, mengatakan bahwa tuduhan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Suhadi secara hukum tidak kuat. Sebab, menurutnya dalam perkara yang sedang dihadapi oleh Suhadi tersebut adalah murni utang piutang terkait dengan kerjasama.  Sekedar diketahui, Suhadi ini dilaporkan ke Polres Malang oleh beberapa orang dengan tuduhan penipuan. Kali pertama yang melaporkan adalah Suratman,warga Kedungkandang yang merupakan dosen di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang dan Toni Krispian Yuniarto, warga Pasuruan yang memiliki usaha rental mobil, pada pertengahan Mei 2012 lalu. (agp/mar)