Gelapkan Motor Tetangga

LAWANG– Berakhir sudah pelarian Sugiono, 35 tahun, warga Jalan Anjasmoro Gg III A, Desa Turirejo, Lawang.  Kamis (1/11) siang, pria yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan motor Suzuki Satria FU nopol N  2564 JZ  milik Mohammad Husein, 40 tahun, tetangganya berhasil ditangkap anggota reskrim Polsek Lawang. Menurut Kapolsek Lawang, Kompol Eko Suminto, tersangka ditangkap di Jalan Tlogosewu, Pandaan. Sayang saat ditangkap petugas tidak bisa mengamankan motor Suzuki Satria FU yang digelapakan tersangka, lantaran motor tersebut sudah digadaikan kepada orang lain seharga Rp 3 juta. Dan uang hasil gadai motor tersebut diakui Sugiono telah habis digunakan bersenang-senang dengan wanita di villa Tretes Pandaan.
Sementara penggelapan motor itu sendiri dilakukan Sugiono sejak Jumat (12/10) lalu. Saat itu Sugiono bermain ke rumah Vilda Berlanti, temannya yang juga warga Jalan Anjasmoro. Saat ketiganya sedang asyik ngobrol mendadak, Sugiono meminjam motor kepada Husein, untuk digunakan ke Trimo, Pasuruan. “Katanya mengambil baju di Pasuruan,’’ kata Kapolsekta sembari mengatakan alasan tersangka meminjam motor.
Tanpa rasa curiga, Husein pun menyerahkan motor berikut STNKnya kepada Sugiono. Dia sama sekali tidak kawatir, lantaran saat itu Sugiono berjanji cepat kembali setelah mengambil baju.
Tapi janji tinggal janji, Sugiono yang ditunggu sejak siang tidak kunjung kembali hingga malam hari. Hal inilah kemudian membuat Husein curiga. Apalagi sejak meminjam motor tersebut, nomor telepon, Sugiono juga tidak pernah aktif.  “Korban sempat mencari sendiri keberadaan tersangka, tapi tidak kunjung ketemu. Dan akhirnya baru Rabu (24/10) lalu, korban melapor kepada kami,’’ kata Kapolsek.
Oleh petugas, laporan Husein pun ditingdak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Berbagai informasi terkait tersangka pun dikumpulkan, hingga akhirnya ada saksi yang sempat melihat tersangka berada di wilayah Trimo, Pasuruan. Dan malam itu juga petugas pun menjemputnya.
Saat ditangkap, Sugiono langsung menyerah. Dia juga langsung mengakui perbuatannya. (ira/mar)