Takut Ketahuan, Nekat Aborsi

SUMBERMANJING– Takut hasil hubungan gelapnya dengan lelaki lain diketahui suaminya, Winarsih, 35 tahun, warga Desa Ringinsari, RT20 RW03, Sumbermanjing Wetan, nekat menggugurkan bayi yang dikandungnya. Dia menggugurkan kandungannya dengan cara aborsi dibantu oleh Satriyah, dukun pijat di desanya. Meski usaha aborsi tersebut berjalan sukses, namun imbas dari perbuatannya itu Winarsih dan Satriyah harus berurusan dengan polisi. Keduanya diamankan petugas Polsek Sumbermanjing Wetan, Kamis (1/11) petang setelah aborsi yang dilakukannya terungkap.
“Untuk kasusnya, usai keduanya kami mintai keterangan langsung kami serahkan ke UPPA Polres Malang tadi sore (kemarin). Hanya untuk Winarsih karena kondisinya lemas dan pendarahan, masih dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen,” ungkap Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Farid Fathoni. Mantan Kapolsek Pakisaji ini mengatakan, aborsi itu dilakukan Winarsih Kamis sore di dalam rumahnya. Winarsih memanggil Satriyah, dukun pijat di desanya untuk membantu memijat kandungannya dengan tujuan bayi yang dikandung bisa keluar.
Perbuatan aborsi itu, terpaksa dilakukan Winarsih karena dia takut hubungan gelap dengan lelaki lain diketahui suaminya.
Itu karena dalam pekan ini, suaminya yang bekerja sebagai TKI di Brunei Darussalam mau pulang. “Setelah dipijit-pijit, janin berjenis laki-laki dan berusia sekitar 5 bulan itu keluar dalam kondisi meninggal,” ujar Farid. Aksi aborsi yang dilakukan Winarsih dan Satriyah ini sendiri, baru terbongkar setelah Winarsih yang mengalami pendarahan hebat dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Keluarganya yang curiga dengan pendarahan yang dialami Winarsih, lantas mencari tahu apa yang terjadi. Setelah diketahui kalau Winarsih baru saja melakukan aborsi dengan bantuan Satriyah, keluarganya langsung melaporkan ke petugas Polsek Sumbermanjing Wetan. (agp/mar)