Gulung Jaringan Pencuri Motor, Satu Ditembak

WAGIR– Polisi benar-benar tak memberi ampun bagi pelaku curanmor. Kamis (1/11) malam, satu dari dua pelaku curanmor yang beraksi di wilayah Kabupaten Malang, terpaksa ditembak di kaki kirinya. Sugito, 23 tahun, warga Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, Wagir ini terpaksa dilumpuhkan oleh petugas gabungan Buser Satreskrim Polres Malang dan Polsek Wagir, karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap. Sedangkan seorang pelaku lainnya yang masih berusia di bawah umur, yakni KH, 16 tahun, warga sama memilih menyerah ketika ditangkap. Selain kedua pelaku curanmor itu, petugas juga menangkap seorang penadah motor hasil curian. Yakni Muhammad Ali, 36 tahun, warga setempat.
“Selain mereka bertiga ini, ada jaringan pelaku lainnya yang kini masih kami buru. Dan untuk barang bukti kejahatan mereka, kami mengamankan tujuh unit sepeda motor berbagai merek. Satu unit adalah milik tersangka yang dijadikan sarana beraksi. Sedangkan sisanya adalah sepeda motor hasil curian,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Dia mengatakan, ketiganya ini ditangkap terkait kasus pencurian sepeda motor Yamaha Mio N 2796 BL milik Dani, 24 tahun, warga Jalan Janti Selatan, Sukun. Sepeda motor tersebut dicuri pada 19 Oktober lalu sekitar pukul 23.00, di Dusun Gedangan, Desa Gondowangi, Wagir.
Kedua tersangka Sugito dan KH ini mencuri ketika sepeda motor itu diparkir di teras rumah milik warga, saat ditinggal oleh korbannya melihat pertunjukkan kuda lumping. “Mereka mencuri dengan menggunakan alat kunci T. Selain Yamaha Mio, dalam waktu yang bersamaan itu, mereka juga mengambil sepeda motor Yamaha Vega,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota tersebut.
Begitu berhasil dicuri dua sepeda motor itu, langsung dibawa ke rumah Muhammad Ali. Setelah itu, keduanya kembali lagi ke TKP untuk mengambil sepeda motor miliknya yang dijadikan sarana beraksi. “Untuk sepeda motor Yamaha Mio itu, saya jual kepada Muhammad Ali sebagai ganti membayar utang saya kepada Ali sebesar Rp 1,5 juta,” tutur tersangka Sugito. Sedangkan untuk sepeda motor Yamaha Vega, dijual oleh tersangka KH. “Sepeda motornya saya jual kepada Badri, warga Wagir sebesar Rp 1,2 juta. Uangnya habis untuk makan-makan,”  tutur KH, dengan kepala tertunduk.
Selain dua sepeda motor tersebut, dalam pengembangan penyidikan kedua tersangka mengaku mencuri sudah lebih enam kali dalam waktu tiga bulan ini. “Satu TKP saya lakukan di wilayah Ngajum dengan mencuri sepeda motor Yamaha Vega. Sedangkan lainnya saya lakukan di wilayah Wagir. Saya mendapat ilmu mencuri sepeda motor ini, ketika ditahan di LP Lowokwaru pada 2011 lalu karena kasus penganiayaan,” terang Sugito, yang pernah kabur dari tahanan saat ditahan di Mapolsekta Klojen. (agp/mar)