Bunuh Teman Mabuk

Tersinggung Harga Ceker Ayam
SUMBERPUCUNG– Peristiwa berdarah, Kamis (1/11) malam mengguncang warga sekitar kompleks lokalisasi Suko, Sumberpucung. Imam Jumadi, warga Jalan Kopral Kabut, RT15 RW01, Dusun Pakel, Desa/Kecamatan Sumberpucung tewas bersimbah darah. Pria 43 tahun tersebut dibunuh oleh temannya sendiri, Teguh Hari Purnomo alias Cengkrek, 35 tahun, warga Jalan Sumberayu, Desa Karangkates, Sumberpucung. Korban tewas akibat luka bacok di beberapa tubuhnya. Mulai leher, dahi, kaki kiri, telinga serta kedua tangannya. Teguh sendiri, setelah mengetahui korban tewas, memilih menyerahkan diri ke Mapolsek Sumberpucung. “Barang bukti yang kami amankan adalah sebilah senjata tajam jenis pancor yang digunakan membunuh korban. Senjata tersebut kami amankan dari tangan tersangka,” ungkap Kapolsek Sumberpucung, AKP Budi Harianto. Diperoleh keterangan, sebelum Teguh tega menghabisi nyawa Imam Jumadi, sekitar pukul 18.00 keduanya mengadakan pesta minuman keras bersama beberapa temannya. Mereka pesta miras di cafe ‘Blewah Segar’ yang ada di lingkungan kompleks lokalisasi Suko.
Semula saat pesta miras berlangsung, antara Teguh dengan korban tidak ada masalah. Keduanya masih terlihat bercanda dan ngobrol. Namun keributan terjadi, setelah kondisi keduanya sama-sama setengah mabuk. Itu diawali dengan korban yang ngomel karena keberatan dengan harga ceker ayam yang dijadikan makanan pendamping miras terlalu mahal. Tersangka yang mendengar omelan korban berusaha meredam. “Tersangka meredam dengan mengatakan kalau tambur ceker ayam itu sudah dimakan bareng dan dibayar,” ujar Budi Harianto.
Tetapi perkataan tersangka itu, ternyata justru membuat korban emosi yang kemudian menantang tersangka sembari mendorong tubuhnya. Mendapat tantangan itu, Teguh tidak langsung membalas. Sebaliknya dia langsung pulang untuk mengambil pancor. Tak lama kemudian tersangka kembali ke cafe tersebut untuk mencari korban. Selanjutnya berhadapan tanpa banyak bicara, tersangka mengayunkan pancor itu ke arah Imam Jumadi. Meski korban sempat lari menyelamatkan diri, namun tersangka terus mengejar yang kemudian membabi butan membacok korban. Setelah diketahui korban tidak berdaya, tersangka kabur dan menyerahkan diri ke polisi.
Dihadapan penyidik tersangka mengaku membunuh korban tersebut karena terbawa emosi. (agp/mar)