Sempat Kembali ke Puncak, Sebelum Ketemu SAR

MALANG - Setelah ditemukan selamat oleh tim SAR Kamis (1/11) kemarin, Muhammad Firas Awaludin Iqbal, berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pos Ranu Pane, kemarin siang. Proses evakuasi pria 19 tahun itu, dimulai pukul 07.45 WIB dari Posko Kalimati, tempat tim SAR bermalam.
Mengetahui saat itu Iqbal bersama tim SAR gabungan masih berada di Pos Kalimati, tim Sabhara Polres Lumajang, mengajak Malang Post dan beberapa media lainnya untuk melakukan penjemputan di Pos 1.
‘’Ayo kita jemput Survivor (Iqbal. Red) ke pos satu untuk mengetahui keadaanya,’’ ajak AKP Edy Santoso SH, Kasat Shabara Polres Lumajang, kepada wartawan.
Pos 1 sendiri sekitar 7 km dari pintu masuk pendakian Gunung Semeru. Medan yang dilalui amat berat, banyak tanjakan dan rawan longsor. Butuh waktu satu jam bagi tim penjemput untuk sampai di pos 1.
Meskipun tersesat selama tiga hari di pendakian gunung Semeru, Iqbal tampak sehat saat dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Bahkan mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (UB) ini, tanpa harus ditandu dan dapat berjalan sendiri ke Pos Ranu Pane.
‘’Alhamdulillah kondisi saya baik-baik saja saat ini,’’ ujar Iqbal, sembari melanjutkan perjalanannya.
Menurut pemuda asal Dusun Demang Jaya RT. 04 RW. 01, Desa Krebet Senggrong, Bululawang ini, dirinya salah mengambil jalur saat turun dari Puncak Mahameru.
‘’Saat turun dari puncak dan mau ke base camp Kalimati, saya salah ambil jalur. Harusnya lurus saya malah belok ke kanan,’’ jelas pemuda lulusan SMA Laboratorium UM ini kepada Malang Post.
Menurutnya, cuaca yang kurang mendukung saat itu, membuatnya salah mengambil jalur. ‘’Saat saya turun ke Kalimati, cuaca sedang berkabut. Jadi saya tak bisa membedakan arah dan sempat bingung. Bahkan saya sempat mendekati jurang blank 75,’’ kata anak sulung dari Eko Haryanto ini. Mengetahui itu daerah rawan blank 75, dia memutuskan untuk kembali ke jalur yang dilewatinya.
Selama dua hari, dia menyusuri kembali jalur yang pernah dilaluinya dan akhirnya dapat kembali ke Puncak Mahameru. ‘’Sesampainya di puncak, tak ada satu orang pun yang bisa saya temui. Saya bertahan sehari disana. Karena badan saya sudah mulai lemas, akhirnya saya putuskan kembali menyusuri jalan ke Kalimati,’’ urai Iqbal.
‘’Saat perjalanan ke Kalimati itu, kalau tak salah sekitar Cemoro Lawang, saya bertemu tim penolong,’’ tambah Iqbal bertutur sembari terus berjalan.
Sesampainya di pintu masuk pendakian gunung semeru, Iqbal langsung dibawa oleh Ambulance, menuju ke Pos Ranu Pane.
Sesampainya di Pos Ranu Pane, ribuan warga sudah memadati tempat tersebut. Termasuk beberapa media lokal dan nasional, yang tengah menunggu proses evakuasi Iqbal. Tentunya juga ada keluarga Iqbal dan teman-temanya di UB, yang sejak Selasa (30/10) lalu sudah berada di Pos Ranu Pane.
Tangis haru pun pecah, saat Iqbal turun dari ambulance langsung dipeluk ayahnya, Eko Hariyanto. ‘’Alhamdulillah kamu selamat, nak,’’ kata Eko Haryanto, sembari memeluk erat Iqbal. Lebih lanjut, mahasiswa semester tiga Fakultas Teknik Pertanian UB ini, melakukan medical chek up.
Setelah dilakukan medical chek up, barulah Iqbal secara resmi oleh Basarnas diserahkan kepada keluarganya.
Dengan adanya kejadian ini, menurut Ir. S. Soecipto MSI, Kepala Bidang PTN Wil II Lumajang Balai Besar BTS, merupakan pelajaran bagi para pendaki lainnya.
‘’Semoga kejadian seperti ini, yang terakhir kalinya terjadi di wilayah Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru. Hal seperti ini, harusnya menjadi pelajaran bagi para pendaki lainnya, agar mematuhi peraturan yang telah diterapkan oleh petugas taman nasional,’’ ujar Soecipto.
Usai diserahkan kepada fihak keluarga, Iqbal langsung dipulangkan ke Kota Malang menggunakan ambulance TED dari UB. ‘’Kita langsung pulang. Iqbal sudah kangen pada ibunya,’’ tutup Eko Haryanto. (big/avi)